Genera-Z Berbakti 2026 Terapkan Format Penjurian Baru, Finalis Ditantang Adu Gagasan
"Awalnya perasaan saya tidak karuan dan benar-benar gugup. Namun, saya berusaha untuk bisa tersenyum. Momen yang paling membanggakan adalah ketika saya bisa berbicara dan menjawab pertanyaan panelis, lalu bisa mengintegrasikan jawaban-jawaban yang menurut saya bagus,” kata Tessa, Senin (29/6/2026)
Testimoni serupa disampaikan tim Laskar Selasik dari Universitas Gadjah Mada.
“Jujur dari awal sempat agak gugup dan bahkan sempat berpikir untuk bertanya apakah mungkin saya digantikan saja. Saya kemudian sudah tidak berpikir benar atau salah, dan yang terpenting adalah menceritakan isi presentasi,” ujar Faruq, salah satu anggota tim tersebut.
Di balik ketegangan dan adrenalin yang dirasakan finalis, ada tujuan besar yang ingin diwujudkan lewat kompetisi ini. Bakti BCA berharap Genera-Z Berbakti 2026 dapat membantu mahasiswa menelurkan ide inovatif dan siap diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di tiap desa tujuan.
Editor : Abdul Basir