Banjir Kritik Tajam, Om Zein Pilih Take Down Konten: Saya Minta Maaf
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Gelombang protes yang sempat menghangat di jagat maya akhirnya mendapat respons langsung dari pucuk pimpinan Kabupaten Purwakarta. Saepul Bahri Binzein, sang Bupati yang akrab disapa Om Zein, memilih tidak bersembunyi di balik meja kerja. Ia langsung turun tangan memberikan pernyataan resmi terkait polemik karya lamanya yang mendadak memicu kontroversi.
Melalui sebuah unggahan video yang dibagikan secara langsung di akun TikTok pribadinya, pemimpin yang dikenal karismatik ini menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini diambil menyusul kembali viralnya lagu bertajuk “Lalaki Langit, Lalanang Bejad” yang belakangan memicu perdebatan sengit akibat diksi liriknya yang dinilai kurang elok.
Sebagai figur yang dikenal sangat karib dengan dinamika dunia digital, Om Zein memilih jalur komunikasi yang interaktif untuk berbicara kepada warganya. Ia mengonfirmasi bahwa karya tersebut sebenarnya sudah ditulis sejak tahun 2020 lalu, jauh sebelum dinamika hari ini terjadi.
Ia dengan tegas membantah adanya motif terselubung untuk menyudutkan kelompok atau personal tertentu lewat untaian kalimat yang ia rakit saat itu.
“Om Zein tidak bermaksud untuk itu (mendiskreditkan atau merendahkan pihak lain),” tuturnya dengan raut wajah tulus dalam rekaman video tersebut.
Demi mengembalikan ketenangan publik serta merawat keharmonisan sosial di wilayah yang dipimpinnya, keputusan besar pun diambil. Sang Bupati berkomitmen penuh untuk menghapus (take down) klip video lagu tersebut dari seluruh lini masa media sosial miliknya tanpa sisa. Tindakan taktis ini pun seketika menuai simpati dari netizen yang menghargai keberanian sang kepala daerah dalam mengambil tanggung jawab.
“Sekali lagi Om Zein mohon maaf, terima kasih atas perhatiannya. Dan Om Zein yakin kritikan itu adalah suatu bentuk kasih sayang dan bentuk perhatian masyarakat, tokoh, atau siapa pun terhadap Om Zein,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima.
Editor : Agung Bakti Sarasa