DPRD Jabar Luruskan Isu Pergantian Nama Jawa Barat Jadi Provinsi Sunda
Buky menilai aspek sosiologis menjadi faktor paling penting dalam pembahasan usulan tersebut. Menurut dia, penerimaan seluruh elemen masyarakat harus dipastikan agar tidak memicu konflik di tengah masyarakat.
"Yang paling sulit justru aspek sosiologisnya. Itu harus selesai dulu supaya tidak terjadi benturan horizontal," katanya.
Dia mengungkapkan telah menerima berbagai masukan dari sejumlah tokoh masyarakat, termasuk dari wilayah Cirebon. Sebagian mendukung penguatan identitas Sunda, namun ada pula yang mengusulkan pembentukan Provinsi Cirebon Raya.
"Ada yang menyampaikan kepada saya, mereka mendukung nama Tatar Sunda, tetapi sekaligus menginginkan Provinsi Cirebon Raya," ucapnya.
Menurut Buky, kondisi tersebut menunjukkan pembahasan pergantian nama tidak bisa dilakukan secara sederhana karena menyangkut identitas, sejarah, dan keberagaman masyarakat Jawa Barat. Seluruh aspirasi harus dikaji secara seimbang agar tidak menimbulkan persoalan baru.
Editor : Abdul Basir