Jawa Barat dan Selangor Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sektor Kesehatan
Dato' Ng Suee Lim menekankan bahwa Selangor kini adalah pusat layanan kesehatan berkelas dunia yang menggabungkan pengobatan dengan rekreasi. "Di Selangor kami mempunyai 42 rumah sakit bertaraf internasional. Banyak masyarakat Indonesia datang untuk second opinion, medical check-up, pengobatan kanker, ortopedi, kosmetik hingga IVF. Semua didukung kualitas pelayanan yang baik dengan biaya yang terjangkau," katanya.
Ia juga menyoroti kedekatan budaya sebagai keunggulan Selangor. "Kita ini serumpun Nusantara. Bahasa hampir sama, makanan juga hampir sama. Setelah selesai berobat, mereka bisa jalan-jalan menikmati destinasi wisata, kuliner, bahkan makan durian Musang King atau Black Thorn yang menjadi daya tarik Selangor," ujarnya sambil tersenyum. Menurutnya, Indonesia adalah pasar yang sangat vital, di mana pada 2025 menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar ketiga bagi Selangor. "Bukan hanya wisatawan biasa, tetapi juga wisatawan medis memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Selangor," tambahnya.
Chief Executive Officer Tourism Selangor, Puan Chua Yee Ling, menjelaskan konsep Healthy Holiday in Selangor yang menjadi andalan mereka. "Wisata medis sekarang menjadi salah satu sektor utama di Selangor. Konsep kami adalah perobatan ditambah percutian. Jadi orang datang ke Selangor bukan hanya untuk bertemu dokter, tetapi juga bisa jalan-jalan, menikmati kuliner, berbelanja, hingga menikmati berbagai destinasi wisata," ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya ingin mendorong kesadaran masyarakat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. "Medical check-up itu penting. Karena itu rumah sakit kami menawarkan berbagai paket pemeriksaan kesehatan dengan harga yang sangat terjangkau," katanya. Selama pameran berlangsung, tersedia promo khusus buy one get one free untuk paket medical check-up. "Kalau beli satu paket medical check-up, satu paket lagi gratis. Jadi dua orang bisa melakukan pemeriksaan kesehatan bersama. Promo ini khusus selama kegiatan di Bandung dan masih berlaku sampai besok," jelas Puan Chua. Ia optimistis hubungan antara Bandung dan Selangor akan kian erat melalui status sister city. "Bandung dan Selangor berpisah tiada. Apalagi jika nanti penerbangan kembali beroperasi penuh, perjalanan akan semakin cepat dan mudah," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyambut positif kehadiran delegasi Selangor. Menurutnya, forum ini menjadi pintu masuk kerja sama yang berkelanjutan. "Saya yakin kegiatan ini dapat semakin meningkatkan kerja sama yang baik antara Pemerintah Selangor dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata Erwan saat membuka acara, Kamis (9/7/2026).
Erwan memaparkan bahwa investasi Malaysia di Jawa Barat telah mencapai Rp47 triliun dalam lima tahun terakhir, menjadikan Malaysia salah satu investor terbesar. Sektor perdagangan pun mencatatkan surplus signifikan bagi Jawa Barat, dengan 1,1 miliar dolar AS. "Hal ini mempertegas hubungan erat dalam sektor perdagangan antara Malaysia dan Jawa Barat, khususnya Selangor," tutupnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa