Kick Off Harsiarda 2026, KPID Jabar Edukasi Anak dan Orang Tua Hadapi Dampak Media Digital
Adiyana mengimbau agar anak-anak lebih banyak mengakses tayangan edukatif melalui televisi dan radio dibandingkan menghabiskan waktu bermain media sosial di telepon pintar. Sebab, katanya, televisi dan radio masih menjadi media yang memiliki fungsi edukasi, menyajikan informasi yang telah melalui proses penyiaran, serta berada di bawah regulasi yang jelas.
Melalui kegiatan ini, KPID Jawa Barat juga mengajak para siswa, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan media internet. Literasi media tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga kepada para ibu dan orang tua agar memahami potensi risiko penggunaan internet yang tidak terkontrol.
"Kami berharap anak-anak hari ini dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih baik dari generasi sebelumnya melalui pendampingan dan literasi media yang tepat," Harapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SD Interaktif Gemilang Mutafannin, Jajang Abdul Wahid, menyambut positif kolaborasi edukatif ini. Menurutnya, ketergantungan gawai yang bermula sejak pola pembelajaran daring masa pandemi Covid-19 perlu segera dialihkan ke aktivitas yang lebih sehat dan konstruktif.
"Melalui kegiatan ini, para siswa diajarkan cara membatasi penggunaan gawai secara bijak dan mengarahkannya untuk kegiatan belajar. Anak-anak juga diajak kembali mengenal permainan tradisional sebagai alternatif interaksi sosial yang menyenangkan dan aman," tutur Jajang.
Editor : Abdul Basir