get app
inews
Aa Text
Read Next : Polisi Bekuk Ayah Pelaku Penganiayaan Terhadap Anak di KBB, Ini Motifnya

Geger, Ayah Kandung Tega Aniaya Balita hingga Darah Bercucuran dari Hidung

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:24 WIB
header img
Korban tindak kekerasan oleh ayahnya saat bermain di lingkungan rumahnya dan mendapatkan pengawasan dari sang ibu yang telah bercerai dengan pelaku akibat sering berbuat kekerasan dalam rumah tangga, Jumat (31/7/2026). (Foto/Inews Bandung Raya).

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Video aksi penganiayaan seorang ayah kepada anaknya yang masih balita viral di media sosial.

Hasil penelusuran video penganiayaan itu terjadi di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pelaku berinisial D (28) kini telah diamankan pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami luka fisik berupa pemukulan dan penjambakan hingga mengeluarkan darah dari hidungnya. Selain itu ia juga mengalami trauma hingga harus mendapatkan pendampingan psikolog.

Ibu korban, Rika (23) menyebutkan, penganiyaan terhadap anaknya yang baru berusia 5 tahun terjadi pada Minggu (26/7/2026). Diduga pemukulan dilakukan oleh D lantaran kesal karena korban tak mau pulang dari kediamannya untuk dibawa ke rumah D.

"Saya sama suami udah pisah, anak tinggal di sana (rumah suami). Adeknya enggak mau pulang, kan ia dibawa pulang ke rumah mamah saya ke sini, dibawa lagi sama bapaknya, adeknya tidak mau, dipaksa," kata Rika saat ditemui di rumahnya, di Kampung Gintung, Desa Cibenda, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, peristiwa penganiayaan terjadi di rumah mantan suaminya inisial D di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat. Anaknya mengalami penganiayaan berupa pemukulan dan penjambakan hingga mengalami sejumlah luka di bagian muka hingga paha.

"Hidungnya juga mengeluarkan darah akibat dari pukulan. Kalau luka di bagian pipi, kiri kanan, paha kanan," sebutnya.

Dikatakannya, mantan suaminya itu diketahui telah berulangkali melakukan kekerasan terhadap korban. Ia merupakan sosok yang temperamental dan ringan tangan. Bahkan saat masih berumah tangga, Rika mengaku kerap mengalami kekerasan seperti penamparan.

"Memang dari dulu memang tempramental, ringan tangan, suka mabuk. Pas rumah tangga juga sering gitu (menyiksa)," tuturnya.

Terkait kondisi anaknya, Rika mengaku saat ini mulai pulih dan bisa beraktivitas main seperti biasanya. Namun dirinya khawatir ada rasa trauma yang membekas yang tidak diketahui dari luar, karena masih anak-anak.

Kepala Puskesmas Cipongkor, KBB Yuyun Sarihotima menyarankan korban penganiayaan agar mendapatkan pemulihan trauma atau trauma healing. Hal itu agar jadi penyemangat dan supaya kejadian itu cepat hilang dari memorinya.

Yuyun mengungkapkan, perlu pemeriksaan lebih lanjut dan berkala untuk memastikan tingkat trauma yang dialami korban. Adapun dari pemeriksaan awal, korban dinilai belum responsif saat dilakukan dialog. Sementara secara fisik masih terlihat sisa luka lebam di area muka dan paha.

"Tadi ditanya sama kita si adeknya masih terlihat bingung, respons sih respons tapi agak acuh, itu apakah posisinya ketakutan, atau memang tidak kenal," imbuhnya. 

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut