Bukan Sekadar Pemilihan Organisasi, Presidium KAHMI Jabar Disebut Bisa Jadi Mesin Politik KDM
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Perebutan kursi Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Barat menjadi sorotan politik menjelang agenda pemilihan yang digelar Jumat (7/8/2026). Sejumlah pihak menilai momentum tersebut memiliki nilai strategis, terutama dalam kaitannya dengan peta politik Jawa Barat menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) disebut menjadi salah satu figur yang memiliki peluang besar untuk masuk dalam bursa calon presiden mendatang. Tingginya tingkat popularitas KDM yang terlihat dalam sejumlah survei dinilai menjadi modal politik penting untuk membangun kendaraan menuju kontestasi nasional.
Aktivis yang juga pernah menjabat Ketua Bidang Badan Koordinasi (Badko) HMI Jawa Barat, Kundrat Kanda Permana, mengatakan Jawa Barat memiliki peluang menghadirkan figur nasional baru dalam Pilpres 2029.
"Pilpres 2029 mendatang, Jawa Barat bisa punya calon presiden potensial. Ini angin segar," ujar Kundrat.
Popularitas KDM Perlu Didukung Infrastruktur Politik
Menurut Kundrat, tingginya elektabilitas maupun popularitas seorang tokoh tidak cukup tanpa dukungan jaringan politik yang kuat.
Ia menilai figur seperti Dedi Mulyadi membutuhkan infrastruktur politik yang mulai dibangun sejak jauh hari, termasuk melalui jaringan organisasi kemasyarakatan dan alumni yang memiliki pengaruh luas.
Editor : Rizal Fadillah