Bukan Sekadar Pemilihan Organisasi, Presidium KAHMI Jabar Disebut Bisa Jadi Mesin Politik KDM
Ia menilai apabila kandidat yang memiliki kedekatan dengan KDM berhasil masuk dalam kepengurusan, hal tersebut dapat memperkuat jaringan politik menuju tingkat nasional.
"Dari 16 calon yang ada, tiga calon orang dekat KDM yaitu Bupati Purwakarta Saepul Bahri Bin Zein, Ahmad Hidayat anggota DPRD Jawa Barat, dan Budi Kurnia ASN Pemprov Jabar," katanya.
KAHMI Dinilai Memiliki Jaringan Politik Besar
Kundrat menilai KAHMI memiliki posisi strategis karena merupakan wadah alumni HMI yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, politik, dunia usaha, hingga masyarakat sipil.
Menurutnya, jaringan alumni HMI selama ini memiliki pengaruh besar karena banyak kader yang menduduki posisi penting di tingkat daerah maupun nasional.
"KAHMI merupakan infrastruktur politik penting karena memiliki jaringan kader yang tersebar di berbagai sektor," ujarnya.
Ia menyebut Presidium KAHMI Jabar nantinya tidak hanya berperan dalam organisasi, tetapi juga dapat menjadi ruang konsolidasi gagasan dan jaringan di tingkat nasional melalui hubungan dengan Majelis Nasional KAHMI.
Jawa Barat Disebut Punya Modal Besar di Pilpres 2029
Kundrat menilai Jawa Barat memiliki posisi politik yang sangat strategis karena menjadi provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia.
Namun, hingga saat ini Jawa Barat belum pernah memiliki tokoh asli daerah yang maju sebagai calon presiden.
"Jabar adalah provinsi dengan jumlah pemilih terbesar di Indonesia, tetapi belum pernah punya calon asli dari Jawa Barat. Ini bisa menjadi momentum bagi KDM maju di Pilpres," katanya.
Menurutnya, kehadiran figur asal Jawa Barat dalam kontestasi nasional akan menjadi sejarah baru sekaligus membuka peluang bagi daerah tersebut memiliki representasi lebih besar dalam politik nasional.
Editor : Rizal Fadillah