21.831 Pohon Ditanam, Upaya Menjaga Biodiversitas Megamendung Terus Berlanjut
“Pada akhirnya kita semua akan kembali. Karena itu, pekerjaan ini harus memiliki penerus. Konservasi membutuhkan endurance dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Andy.
Atas dasar tersebut, Paseban Foundation dikembangkan sebagai ruang yang menghubungkan pemerintah, dunia usaha, lembaga internasional, akademisi, organisasi konservasi, masyarakat dan generasi muda.
Paseban Foundation tidak menempatkan diri sebagai pusat seluruh aktivitas konservasi. Sebaliknya, lembaga tersebut berupaya menjadi penghubung agar berbagai pihak dapat membawa kewenangan, sumber daya dan keahliannya untuk menjaga bentang alam yang sama.
Konservasi Megamendung Libatkan Perlindungan Habitat
Peran Paseban Foundation sebagai hub kolaborasi dibangun berdasarkan pengalaman konservasi yang dilakukan secara langsung di lapangan.
Melalui konservasi in-situ, Paseban Foundation menjalankan berbagai kegiatan, termasuk perlindungan habitat, restorasi ekosistem serta penanaman lebih dari 21.831 pohon dari berbagai jenis lokal.
Selain itu, Paseban Foundation juga mengembangkan konservasi ex-situ melalui penangkaran nonkomersial burung dan mamalia. Program tersebut telah menghasilkan tiga anak rusa.
Survei biodiversitas, pengamatan langsung dan penggunaan kamera jebak juga dilakukan untuk memantau keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
Executive Director Paseban Foundation, Wahdi Azmi, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan keberadaan lima spesies primata Jawa dalam satu bentang alam yang relatif kecil.
Editor : Rizal Fadillah