Suksesi Kepemimpinan Golkar Cianjur 2026, PK Cibinong Bulat Dukung Metty Triantika
“Golkar bukan milik pribadi atau keluarga tertentu. Jangan sampai partai dikelola seperti perusahaan keluarga, yang muncul itu-itu saja. Golkar adalah partai besar, bukan partai dinasti. Karena itu kesempatan bagi kader untuk tumbuh dan memimpin harus dibuka seluas-luasnya,” ujarnya.
Menurut dia, pergantian kepemimpinan melalui Musda seharusnya menjadi momentum untuk mengembalikan tradisi demokrasi internal Golkar sekaligus memperkuat struktur organisasi menghadapi agenda politik mendatang.
Para pengurus desa, lanjut Asikin, juga berharap kepemimpinan baru nantinya lebih banyak turun ke tingkat kecamatan dan desa, mendengar persoalan kader di bawah serta membangun komunikasi yang tidak berhenti menjelang pemilu atau agenda pemilihan ketua partai.
“Kader di desa merupakan bagian penting dari kekuatan Golkar. Mereka harus dirangkul, didengar dan diberikan ruang dalam proses membesarkan partai. Semangat itulah yang kami harapkan lahir setelah Musda,” katanya.
Rapat pleno diperluas tersebut turut dihadiri Wakil Sekretaris Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Muhammad Irfan Toyalisi, S.H.
Ia mengatakan kehadiran seluruh unsur PK dan PD dalam forum tersebut memperlihatkan bahwa dukungan kepada Metty merupakan keputusan yang lahir melalui mekanisme organisasi di tingkat Kecamatan Cibinong.
“Pleno ini jelas, dihadiri PK dan seluruh PD se-Kecamatan Cibinong. Mereka menyampaikan sikap secara terbuka dan bulat mendukung Ibu Metty Triantika. Jadi, sepanjang yang kami saksikan dalam forum ini, inilah sikap yang sah dan nyata dari kader Golkar Cibinong,” kata Muhammad Irfan Toyalisi atau akrab disapa Toya itu.
Menurut dia, apabila kemudian muncul dokumen atau pernyataan dukungan berbeda yang mengatasnamakan struktur Golkar Cibinong tanpa melalui mekanisme organisasi yang semestinya, hal tersebut perlu diperiksa secara serius.
Editor : Abdul Basir