Solusi Pencemaran Lingkungan, Mengolah Limbah Pesisir dan Pertanian Jadi Material Masa Depan
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Strategi ekonomi sirkular kini kian terbukti ampuh memicu pertumbuhan finansial sekaligus menekan resiko kerusakan alam. Mampu mengolah limbah tak terpakai menjadi bahan baku komersial, dua wirausaha sosial (social enterprise) tanah air—Parongpong RAW Lab dan MYCL—resmi mendapatkan suntikan dana serta pendampingan intensif lewat program DBS Foundation Grant.
Inisiatif ini dirancang guna membesarkan skala usaha sekaligus membuka keran kesejahteraan baru bagi kalangan masyarakat rentan di kawasan pesisir hingga pedesaan. Melalui hibah tersebut, kedua unit usaha disokong dalam bentuk pembiayaan, mentorship, akses ke jaringan bisnis global, hingga peluang ekspansi kolaboratif.
Parongpong RAW Lab memfokuskan aksinya pada pengolahan jaring ikan terbuang (ghost net) menjadi material bernilai tinggi. Sementara itu, MYCL mengolah biomassa sisa panen menjadi material ramah lingkungan berbasis jamur (mycelium) dan rumput laut dengan melibatkan para petani lokal dalam rantai pasoknya.
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika menekankan bahwa terobosan kedua entitas ini mematahkan anggapan bahwa profitabilitas dan keanekaragaman hayati tidak bisa berjalan beriringan.
“Kami percaya bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan. Melalui DBS Foundation Grant Program, kami ingin membantu social enterprises memperkuat fondasi bisnisnya, mengakses jejaring yang relevan, serta memperbesar dampak bagi komunitas yang membutuhkan. Parongpong RAW Lab dan MYCL menunjukkan bagaimana inovasi lokal dapat menjawab isu lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi nelayan, petani, dan masyarakat yang selama ini berada di rantai nilai yang rentan,” ujar Mona Monika.
Editor : Agung Bakti Sarasa