Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Sambangi DPR RI, Bahas Peluang Karier di Balik Layar
Advertisement . Scroll to see content

Nurul Arifin Soroti Pohon Tua Bandung Mati Disiram Air Aki hingga Kawasan Kota Kian Kumuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 14:49 WIB
  • author Bennazir
Nurul Arifin Soroti Pohon Tua Bandung Mati Disiram Air Aki hingga Kawasan Kota Kian Kumuh
Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bandung dan Cimahi, Nurul Arifin. (Foto:Istimewa)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bandung dan Cimahi, Nurul Arifin ikut menyoroti aksi perusakan lingkungan, seperti kasus dua pohon di Jalan Pahlawan yang mati akibat dikuliti serta disiram air aki, hingga kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Merdeka yang kini terkesan kumuh serta terbengkalai.

​Nurul menegaskan bahwa menjaga kelestarian pohon berukuran besar bukanlah perkara instan, mengingat pepohonan tersebut telah lama menjadi bagian dari identitas dan keindahan Kota Bandung.

​"Menanam pohon itu tidak mudah. Apalagi untuk menjadi besar dan kemudian bisa menjadi salah satu unsur keindahan Kota Bandung," ujar Nurul saat ditemui usai Sosialisasi 4 pilar kebangsaan MPR RI bersama Gabungan Organisasi Wanita Kota Bandung di Rooftop DPRD Jabar, Senin (24/8/2026).

​Politisi Golkar ini amat menyayangkan tindakan vandalisme tersebut dan menilai aksi perusakan pohon sebagai sebuah kemunduran di tengah masifnya gerakan penghijauan. Ia pun mempertanyakan latar belakang di balik motif pembunuhan pohon-pohon tua itu.

​"Kalau saya melihatnya apakah ini murni memang pengen motongin pohon itu ataukah ada tindakan-tindakan, ada maksud lain, termasuk maksud politik dan sebagainya. Cuma saya sangat menyayangkan," katanya.

​Melihat kondisi Bandung yang kian kehilangan ruang hijau, Nurul mendorong Pemkot Bandung bersama Pemprov Jabar untuk menerbitkan regulasi yang lebih ketat demi melindungi keberadaan pohon-pohon tua. Tak hanya itu, pendataan jumlah dan jenis pohon secara serius juga mendesak untuk dilakukan.

​Ia mengingatkan bahwa komitmen lingkungan tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman semata, melainkan harus mencakup pemeliharaan yang konsisten.

​"Menanam kembali yang sudah mati ditanam, dan juga bukan cuma menanam tapi merawat. Karena harus menyiram, kasih pupuk," ucapnya.

​Nurul mencontohkan keberhasilan Kota Surabaya yang mampu bertransformasi menjadi area yang asri. Ia berharap Kota Bandung yang pada dasarnya sudah memiliki modal pepohonan besar dapat melakukan pembenahan serupa.

​Di samping masalah pepohonan, Nurul juga menyoroti estetika Kota Bandung yang dinilai kian merosot. Kawasan Jalan Jenderal Sudirman yang tadinya rapi dan nyaman, kini tampak berantakan bersama dengan sejumlah fasilitas publik yang terbengkalai.

​"Iya, ini juga masih terkait dengan lingkungan. Lingkungan kemudian kecantikan Kota Bandung yang sudah terkenal," katanya.

​Menurut Nurul, situasi ini harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi manajemen perawatan fasilitas publik secara menyeluruh. Bagi Nurul, pembangunan tanpa diimbangi perawatan berkala hanya akan berujung pada pemborosan.

​"Momentum ini bisa dipakai, jadi bukan cuma kita membangun, membuat, tapi nggak bisa merawat. Dengan tamannya, dengan kursinya, dengan lampunya. Sekarang rusak dibiarin, jangan kayak begitu, sayang," ucapnya. (*)

Editor: Abdul Basir

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut