Sinergi Industri Lokal dan Prancis Bidik Potensi Pasar Olahan Keju 280 Juta Jiwa
Rendahnya tingkat konsumsi keju per kapita masyarakat Asia—yang masih berada di bawah 1 kilogram dibandingkan kawasan Eropa yang melampaui 20 kilogram per orang—menjadi ceruk pasar yang sangat potensial bagi Bel Group untuk melakukan penetrasi jangka panjang di Indonesia.
Melalui pesan tertulis, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan investor global dan lokal di wilayahnya.
“Investasi merupakan salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang menyambut baik investasi yang masuk dan memberikan nilai tambah bagi daerah, termasuk melalui kolaborasi Garudafood, MBR, dan Bel,” tutur Dony.
Peluang ekspansi ini juga disambut optimistis oleh Direktur Utama Garudafood sekaligus Komisaris Utama MBR, Hardianto Atmadja. Menurutnya, potensi populasi Indonesia yang besar menjadi daya tarik utama investasi.
“Kehadiran Bel menunjukkan bahwa Indonesia dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, merupakan pasar strategis dengan potensi pertumbuhan yang besar. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bel atas kepercayaan yang diberikan dengan memilih Garudafood dan MBR sebagai mitra strategis jangka panjang di Indonesia. Kami optimistis kolaborasi ini akan memberikan kontribusi positif bagi MBR dan semakin memperkuat prospek pertumbuhan perusahaan, baik di pasar domestik maupun regional,” ujar Hardianto Atmadja.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama MBR Dede Patmawidjaja menegaskan bahwa penggabungan pemahaman konsumen lokal dan keahlian global akan melambungkan standar industri keju dalam negeri.
“Ini bukan sekadar kemitraan bisnis, melainkan kolaborasi strategis antara kekuatan yang saling melengkapi, yakni keunggulan lokal Prochiz dengan keahlian global Bel. Kami percaya sinergi ini akan membuka babak baru bagi industri keju nasional sekaligus menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan di Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global. Bersama Bel, kami ingin membangun industri keju nasional yang semakin besar, kuat, dan berdaya saing hingga level global,” tambah Dede Patmawidjaja.
Editor : Agung Bakti Sarasa