Teknologi Eco-Solvent dan Kain Daur Ulang Mulai Dilirik Pelaku Usaha Konveksi di Jawa Barat
Teknologi Produksi Terus Berkembang
Brian mengatakan perkembangan teknologi menjadi salah satu pembeda dalam industri apparel dari tahun ke tahun. Jika pada awal penyelenggaraan IAPE pada 2014 teknologi sablon masih mendominasi, kini teknologi digital printing seperti DTG dan DTF terus berkembang.
“Kalau tahun ini yang secara spesifik mungkin di teknologinya. Di teknologinya biasanya tiap tahun itu. Kalau tahun 2014 itu sablon sangat cukup mendominasi. Kemudian teknologi baru muncul Direct-to-Film, Direct-to-Garment,” jelasnya.
Saat ini, teknologi DTG kembali menunjukkan peningkatan minat. Selain itu, teknologi pencetakan langsung pada lembaran kain dalam skala besar juga mulai banyak diminati.
“DTG sekarang mulai naik lagi sama yang langsung ke tekstil, yang versi skala besarnya. Jadi lembaran kain langsung print di tekstil. Itu yang sekarang baru banyak peminatnya, baru banyak mesin-mesinnya yang dijual,” katanya.
IAPE 2026 sendiri diikuti sekitar 20 perusahaan berskala nasional dengan lebih dari 40 brand yang mendukung bisnis produksi pakaian.
Sejumlah peserta baru juga turut hadir dalam penyelenggaraan tahun ini. Brian menyebut terdapat beberapa perusahaan yang kembali mengikuti pameran setelah sebelumnya tidak berpartisipasi.
Industri Tekstil Jabar Masih Punya Potensi
Menurut Brian, Jawa Barat memiliki potensi besar dalam industri tekstil karena terdapat sejumlah perusahaan besar yang telah memiliki skala produksi hingga ekspor.
Namun, industri tersebut juga menghadapi tantangan dari negara-negara lain yang mampu menawarkan biaya produksi lebih kompetitif, seperti Vietnam dan Bangladesh.
Editor : Agung Bakti Sarasa