get app
inews
Aa Text
Read Next : 176 Tambang Ilegal Beroperasi Puluhan Tahun di Jabar, Diduga Kuat Dibekingi Aparat

Tak Ada Jalan Damai! Tim Hukum Jabar Istimewa Kawal Kasus Intimidasi Guru di Sukabumi

Selasa, 01 September 2026 | 20:26 WIB
header img
Tim Hukum Jabar Istimewa memastikan mengawal kasus dugaan intimidasi guru SDN Sukaraja 2 Sukabumi hingga persidangan. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.idTim Hukum Jabar Istimewa memastikan akan mengawal kasus dugaan intimidasi terhadap seorang guru di SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi, hingga proses persidangan.

Langkah tersebut dilakukan setelah Tim Hukum Jabar Istimewa mendapat mandat dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mendampingi dan mengawal proses hukum atas dugaan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh seorang pria yang mengaku sebagai wartawan.

Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso, mengatakan pihaknya telah menerima instruksi dari Gubernur Jawa Barat untuk mengawal perkara tersebut agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

“Saya selaku ketua Tim Hukum Jabar Istimewa atas instruksi dari Bapak Gubernur Jawa Barat sebagaimana yang beliau sampaikan di akun TikTok beliau, telah menugaskan kami untuk mengawal kasus yang terjadi di Sukabumi ini yang diduga dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai jurnalis,” ujar Jutek dalam konferensi pers di Gedung PGRI Jabar, Kota Bandung, Selasa (1/9/2026).

Menurut Jutek, kasus tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keamanan lingkungan pendidikan. Ia menilai sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa maupun tenaga pendidik dan tidak boleh menjadi ruang terjadinya intimidasi, ancaman, maupun tekanan dari pihak luar.

Ia menyebut persoalan serupa tidak boleh terus terjadi di lingkungan pendidikan, baik dilakukan oleh pihak yang mengaku sebagai wartawan, organisasi kemasyarakatan, maupun pihak lainnya.

“Dunia pendidikan khususnya lembaga-lembaga pendidikan selama ini menjadi ajang intimidasi, ajang mengancam, pengancaman, kriminalisasi oleh oknum-oknum, baik yang mengaku sebagai jurnalis, mengaku ormas, atau masyarakat lainnya. Dan ini nggak boleh terjadi lagi,” katanya.

Editor : Rizal Fadillah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut