Tak Hanya Guru dan Pijat, Tunanetra Kini Mampu Tembus Profesi Programmer Hingga Analis
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Yayasan Mitra Netra mendorong penyandang tunanetra, khususnya lulusan perguruan tinggi, untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Kepala Bagian Humas dan Ketenagakerjaan Yayasan Mitra Netra, Aria Indrawati, mengatakan penyandang tunanetra memiliki potensi yang sangat luas. Namun, stigma di masyarakat masih menjadi salah satu hambatan dalam pengembangan pendidikan dan karier mereka.
Hal itu disampaikan Aria saat menghadiri Bandung Employment Forum For The Blind 2026 bertema Career Connect, Independent and Empowered di Hotel Grand Asrilia, Bandung, Rabu (9/9/2026).
“Potensinya sangat besar. Masyarakat sering terjebak dalam stigma bahwa penyandang tunanetra hanya belajar di pendidikan khusus atau luar biasa. Padahal, mereka memiliki potensi yang sangat luas,” ujar Aria.
Menurutnya, penyandang tunanetra tidak seharusnya dibatasi pada profesi tertentu. Dengan pengembangan kompetensi yang tepat, mereka dapat bekerja di berbagai bidang, termasuk teknologi informasi, hukum, penulisan, hingga kebijakan publik.
Lulusan Guru SD Jadi Programmer
Aria mencontohkan seorang penyandang tunanetra dengan latar belakang pendidikan guru sekolah dasar yang akhirnya berkarier sebagai programmer.
Awalnya, penyandang tunanetra tersebut kesulitan menemukan lowongan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Ia kemudian mengikuti pelatihan pemrograman yang diselenggarakan Mitra Netra saat pandemi COVID-19.
Editor: Agung Bakti Sarasa