Tak Hanya Guru dan Pijat, Tunanetra Kini Mampu Tembus Profesi Programmer Hingga Analis
Namun, sebagian besar penyerapan tersebut masih terjadi di wilayah Jakarta. Bandung kini menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena dinilai memiliki potensi lulusan tunanetra, tetapi penyerapannya di dunia kerja masih perlu diperluas.
Aria juga menegaskan bahwa penyandang tunanetra yang belum terserap perusahaan belum tentu berstatus pengangguran. Sebagian mungkin telah bekerja, tetapi pekerjaannya belum sesuai dengan keahlian atau harapan.
“Belum tentu menganggur. Mungkin mereka sudah bekerja, namun pekerjaannya belum sesuai dengan harapan atau keahlian yang dimiliki. Di sinilah peran Mitra Netra sebagai jembatan penghubung,” paparnya.
Disnaker Bandung Perluas Peluang Kerja
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Deriksa Arifiaty Soewandana, mengatakan Bandung Employment Forum For The Blind 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas peluang kerja bagi tunanetra lulusan perguruan tinggi.
“Forum ini sebagai bentuk komitmen untuk mengupayakan perluasan peluang kerja bagi tunanetra lulusan perguruan tinggi di Bandung,” ujarnya.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah pembicara yang membagikan informasi mengenai potensi dan peluang kerja penyandang tunanetra di sektor formal.
Salah satunya Soniya Permata Surya, penyandang tunanetra sekaligus sarjana Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ia membagikan pengalaman mengikuti seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui jalur afirmasi bagi penyandang disabilitas.
Soniya kini bekerja sebagai Pranata Siaran Pratama di RRI Kota Bandung.
Selain itu, forum tersebut juga menghadirkan karyawan tunanetra yang telah berkarier sebagai programmer dan software tester untuk berbagi pengalaman mengenai perjalanan mereka memasuki dunia kerja.
Editor: Agung Bakti Sarasa