Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemda KBB Perkuat Pilar Ekonomi Arus Bawah dengan Kehadiran KDMP
Advertisement . Scroll to see content

Perdana Terapkan Manajemen Talenta ASN, Bupati Jeje Ritchie Lantik 11 Pejabat JPTP

Jum'at, 11 September 2026 | 14:08 WIB
  • author Adi Haryanto
Perdana Terapkan Manajemen Talenta ASN, Bupati Jeje Ritchie Lantik 11 Pejabat JPTP
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail melantik 11 pejabat hasil rotasi, mutasi, dan promosi, di lingkungan Pemda KBB yang untuk pertama kalinya mengacu kepada Manajemen Talenta ASN, Jumat (11/9/2026). Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Sebanyak 11 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau setingkat eselon II di Pemda KBB dilantik, Jumat (11/9/2026).

Mereka terdiri dari 7 pejabat hasil mutasi dan rotasi, serta 4 pejabat hasil promosi. Pelantikan dipimpin langsung oleh Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail di Lantai 2 Gedung Utama Komplek Pemda KBB di Ngamprah.

Mereka yang promosi di antaranya Rina Marlina naik jabatan menjadi Kepala Bapenda, sebelumnya menjabat Sekretaris Bapenda. Lalu Yunita Nur Fadila semula menjabat Kepala Bidang Mutasi, Provinsi dan Kinerja (MPK) pada BKPSDM, menjadi Kepala BKPSDM.

Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Lia Sukandar resmi menjadi kepala Dinas Kesehatan. Serta Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Yoga Rukma Gandara, dikukuhkan Kepala Dinas Perkim.

Untuk rotasi dan mutasi, Kepala Dinas Perdagangam dan Perindustrian, Toni Prihantoro bertukar tempat dengan Eriska Hendrayana yang menjabat Kepala Bapelitbangda.

Begitu juga dengan Heru Budi Purnomo bersama Lukmanul Hakim. Kini Heru Budi yang semula menjabat Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah dilantik menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan jabatannya diduduki Lukmanul Hakim.

Sedangkan Rega Wiguna kini menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sebelumnya menduduki jabatan Kepala BKPSDM. Adapun Anni Roslianti semula Kepala Dinas Perkim kini menjadi Kepala Dinas PUTR yang sebelumnya kosong.

Proses rotasi, mutasi, dan promosi ini dilakukan setelah sebelumnya terdapat kekosongan kursi jabatan yang cukup lama. Selain itu ini juga pertama kalinya proses rotasi, mutasi, dan promosi berdasarkan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Penerapan Manajemen Talenta ASN merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membangun tata kelola manajemen ASN yang semakin objektif, profesional, akuntabel dan berbasis merit. Proses ini juga telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mendapatkan pendampingan dari Badan Kepegawaian Negara," terang Bupati Jeje Ritchie Ismail.

Ia mengatakan, proses tersebut diarahkan untuk memastikan setiap aparatur memiliki ruang pengembangan karier serta ditempatkan berdasarkan potensi, kompetensi, kinerja, pengalaman dan kebutuhan organisasi.

"Melalui Manajemen Talenta diharapkan, pengelolaan karier ASN dilakukan secara objektif, berbasis data dan dapat dipertanggungjawabkan," sambungnya.

Pemda KBB sebelumnya telah memperoleh Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 729 Tahun 2026 tentang Persetujuan Penerapan Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tertanggal 22 Juni 2026.

Setelah seluruh tahapan pengisian jabatan dilaksanakan, Pemda KBB memperoleh Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara tentang Rekomendasi Mutasi dan Promosi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama tertanggal 9 September 2026 yang menjadi dasar pelaksanaan pelantikan.

Jeje menegaskan, Manajemen Talenta harus dipahami sebagai bagian dari proses pengembangan ASN secara berkelanjutan.

Hasil pemetaan talenta menjadi dasar bagi setiap aparatur untuk terus mengembangkan kompetensi, memperkuat pengalaman, memperbaiki kinerja dan mempersiapkan diri menghadapi tanggung jawab berikutnya.

“Pelantikan hari ini bukan akhir dari proses Manajemen Talenta, tapi justru awal dari pembuktian. Setelah dilantik, ukuran keberhasilan saudara bukan lagi posisi dalam peta talenta ataupun hasil uji kompetensi. Ukuran keberhasilannya adalah kinerja,” tandasnya.

Jeje meminta para pejabat yang baru dilantik segera memahami kondisi perangkat daerah yang dipimpinnya, memetakan persoalan, menentukan prioritas, membangun tim yang solid serta memastikan program dan kebijakan yang dijalankan memberikan hasil nyata.

“Segera pahami persoalan yang ada, tentukan prioritas, bangun tim yang kuat dan bekerja. Jangan terlalu lama berhenti pada proses adaptasi. Masyarakat menunggu hasil dari setiap kebijakan dan program yang kita jalankan,” katanya.

Pada arahannya, Jeje menitipkan empat hal utama kepada para pejabat yang baru dilantik. Yakni segera melakukan pembenahan di tempat tugas yang baru, menjaga integritas dalam menjalankan kewenangan, menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, serta menghadirkan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat.

"Jabatan jangan berhenti hanya pada posisi dan kewenangan. Saya ingin jabatan melahirkan kerja, kerja melahirkan hasil, dan hasilnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” pungkas Jeje. (*)

Editor: Rizki Maulana

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut