Bukan Sekadar Muskernas! Pemuda Persis Siapkan Kader Jadi Penggerak Perubahan Zaman
Muskernas I Pemuda Persis Tak Boleh Berhenti di Atas Kertas
Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pelaksanaan Muskernas I Masa Jihad 2026–2031.
Hilman menegaskan, forum nasional tersebut tidak boleh berhenti pada kesepakatan normatif maupun menghasilkan tumpukan program kerja di atas kertas.
Setiap gagasan harus diterjemahkan menjadi program yang nyata, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Muskernas ini adalah ruang untuk menghadirkan kembali, untuk menerjemahkan kembali khittah gerakan kita, untuk menerjemahkan kembali visi gerakan kita, sehingga kita membuat sebuah program nasional yang nyata, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah,” pungkasnya.
Dari Gedung Merdeka, Pemuda Persis membawa kembali semangat yang pernah mengiringi lahirnya Dasasila Bandung: keberanian untuk menentukan arah dan tidak menjadi pengekor.
Bedanya, medan perjuangan generasi hari ini bukan lagi medan kolonialisme fisik. Tantangannya hadir dalam bentuk disrupsi teknologi, perubahan sosial, krisis moral, hingga persoalan ekonomi dan kesehatan mental generasi muda.
Di tengah perubahan tersebut, Muskernas I Pemuda Persis menjadi momentum untuk merumuskan langkah baru.
Bukan sekadar mempertahankan organisasi, tetapi membangun gerakan yang mampu membaca zaman, tetap berakar pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta melahirkan kader yang siap mengambil peran sebagai arsitek peradaban.
Editor: Rizal Fadillah