Bukan Sekadar Muskernas! Pemuda Persis Siapkan Kader Jadi Penggerak Perubahan Zaman
Menghidupkan Kembali Makna Khairu Ummah
Dalam konteks tersebut, Hilman mengajak kader Pemuda Persis kembali melihat makna khairu ummah sebagaimana disebutkan dalam QS Ali 'Imran ayat 110.
Ayat tersebut berbunyi:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
Menurut Hilman, predikat umat terbaik bukanlah sebuah gelar yang diberikan tanpa tanggung jawab. Ada amanah besar yang harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.
Ia menjelaskan tiga prinsip utama dalam ayat tersebut, yakni iman kepada Allah (tu'minuuna billah) sebagai jangkar spiritual, amar makruf sebagai tindakan menghadirkan kebaikan di ruang publik, serta nahi munkar sebagai upaya mencegah kerusakan moral.
Ketiga prinsip tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata Pemuda Persis.
“Redaksi ukhrijat lin-naas juga dalam ayat ini menjadi cetak biru bagi pergerakan Pemuda Persis,” katanya.
Artinya, kader Pemuda Persis tidak cukup hanya menjadi pribadi yang saleh secara individual. Mereka juga dituntut menghadirkan manfaat bagi masyarakat, berkhidmat kepada umat, serta mengambil bagian dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Khittah Menjadi Kompas Perjuangan Pemuda Persis
Untuk memastikan gerakan tetap berada pada jalurnya, Hilman menempatkan khittah Pemuda Persis sebagai bagian penting dalam perjalanan organisasi.
Khittah menjadi garis perjuangan yang menjaga identitas, arah dakwah, serta kaderisasi Pemuda Persis agar tetap berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Editor: Rizal Fadillah