Dapur MBG Tak Boleh Asal Masak! Abah Ucu Siapkan 125 Juru Masak Berstandar
Karena itu, pelatihan diberikan mulai dari kemampuan dasar hingga tingkat yang lebih tinggi. Dengan demikian, para relawan yang bertugas di dapur SPPG diharapkan memiliki keterampilan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini sesuai dengan yang selalu disampaikan Kepala BGN, bahwa tugas mitra dan yayasan harus mempersiapkan sumber daya, khususnya sumber daya di bidang pengolahan makanan atau chef,” ujarnya.
Bagi Abah Ucu, kualitas SDM menjadi salah satu fondasi penting dalam keberlangsungan program MBG. Sebab, makanan yang diproduksi dapur SPPG berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
Sertifikasi Chef SPPG Tak Boleh Berhenti pada Sertifikat
Salah satu penekanan dalam kegiatan tersebut adalah memastikan sertifikasi tidak hanya menjadi formalitas administratif.
Hal senada disampaikan Asesor Chef dari LSP Gunadharma, Mohamad Rozikin. Menurutnya, para peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan melalui pelatihan sebelum mengikuti proses sertifikasi.
“Jadi, sertifikasi bukan cuma sekadar punya sertifikat. Sebelumnya mereka melakukan sertifikasi, kita sudah memberikan pelatihan terlebih dahulu,” kata Rozikin.
Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan makanan di dapur SPPG.
Para peserta dibekali pemahaman mengenai kewajiban dan tanggung jawab di dapur, pemilihan menu, keamanan pangan, masa simpan makanan, penyimpanan bahan maupun makanan, hingga proses pengolahan.
Dengan pembekalan tersebut, sertifikasi diharapkan benar-benar mencerminkan kemampuan para juru masak dalam menjalankan tugasnya.
Editor: Rizal Fadillah