Dapur MBG Tak Boleh Asal Masak! Abah Ucu Siapkan 125 Juru Masak Berstandar
MBG Disebut Beri Efek Ekonomi Berantai
Abah Ucu juga menyoroti dampak ekonomi yang muncul dari pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, aktivitas dapur SPPG tidak berdiri sendiri. Kebutuhan bahan pangan untuk menyediakan makanan dalam jumlah besar ikut menggerakkan berbagai sektor usaha, termasuk pertanian dan peternakan.
“Multiplier effect kegiatan MBG itu sangat besar, baik untuk para pelaku ekonomi maupun pelaku usaha. Dengan adanya MBG, kegiatan ekonomi sungguh sangat meningkat,” katanya.
Dengan demikian, penguatan kompetensi juru masak menjadi salah satu bagian dari ekosistem yang lebih luas dalam pelaksanaan program MBG.
Tidak hanya memastikan makanan diolah oleh tenaga yang kompeten, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang memiliki keahlian sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di sekitar dapur SPPG.
Membangun Standar SDM Dapur SPPG
Pelatihan dan uji kompetensi 125 juru masak SPPG di Purwokerto akhirnya tidak sekadar menjadi agenda sertifikasi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun standar sumber daya manusia di dapur SPPG agar semakin profesional dalam mendukung program MBG.
Bagi Abah Ucu, keberhasilan program pemenuhan gizi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan makanan. Kualitas tenaga yang mengolah makanan juga menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.
Sementara bagi LSP Gunadharma, sertifikasi harus menjadi bukti bahwa juru masak benar-benar memahami tanggung jawabnya, termasuk aspek keamanan pangan dan standar pengolahan makanan.
Dari dapur SPPG, standar tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: memastikan makanan yang diproduksi untuk program Makan Bergizi Gratis tidak hanya tersedia dalam jumlah cukup, tetapi juga diolah secara profesional, memenuhi standar, dan aman dikonsumsi.
Editor: Rizal Fadillah