Beyond Intelligence Jadi Pesan Utama Unisba, Mahasiswa Baru Diminta Jadi Pemimpin Masa Depan
Untuk menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045, mahasiswa didorong mengembangkan sejumlah kemampuan penting, mulai dari berpikir kritis, kreativitas, pemecahan masalah, literasi digital dan data, kolaborasi, hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Ketika kalian sukses, bawa ke mana pun ilmu kita. Bekerjalah secara profesional dan selalu jaga integritas, netral, transformatif, adaptif, dan realistis,” pesannya.
Lukman optimistis, mahasiswa baru yang hadir dalam prosesi tersebut kelak dapat mengisi berbagai posisi strategis di masyarakat.
“Kita tidak pernah tahu di ruangan ini akan ada yang menjadi gubernur, menteri, wali kota, profesor, atau apa pun. Insyaallah akan menjadi orang sukses selama kalian mau menjemput kesuksesan itu,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Lukman mengutip pesan Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, yang menjadi salah satu tokoh yang dikaguminya.
“Keberhasilan itu bukan soal siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling gigih dalam berusaha.”
Ia kemudian mengajak mahasiswa menjadikan hari pertama di Unisba sebagai awal perjalanan baru dengan semangat, tanggung jawab, dan tekad meraih masa depan.
“Sekali lagi, selamat hijrah, move on dari siswa menjadi mahasiswa. Selamat menjemput mimpi-mimpi kalian dan selamat menghadapi tantangan baru di dunia mahasiswa,” pungkasnya.
Tiga Hari Ta’aruf Mahasiswa Baru Unisba
Rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Unisba tidak berhenti pada prosesi penerimaan dan pelantikan. Pada hari pertama, mahasiswa mengikuti berbagai materi mengenai pengembangan karakter, keilmuan, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi kehidupan perkuliahan.
Sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, Rektor dan jajaran Wakil Rektor, Pandawara, dr. Widi Hadian, SpJP(K), FIHA, Sena Senjani, S.I.Kom., M.I.Kom., Sofiana Indraswari, M.Psikolog, serta Xaviera Putri.
Editor: Rizal Fadillah