Bukan Sesar Garsela, Ini Pemicu Rentetan Gempa di Kabupaten Bandung
Swaidi menjelaskan, rangkaian gempa yang terjadi di Kertasari dan Pangalengan berbeda dengan gempa besar yang terjadi pada 2024. Sumber aktivitas kali ini juga bukan berasal dari Sesar Garsela.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Ana Octavia Setiowati, turut mengonfirmasi adanya rangkaian aktivitas seismik di wilayah Kabupaten Bandung.
Salah satu gempa tercatat pada Kamis (17/9/2026) pukul 04.59 WIB dengan magnitudo 2,6. Episenter gempa berada di darat pada koordinat 7,22 Lintang Selatan dan 107,60 Bujur Timur atau sekitar 23 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung.
Gempa tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 3 kilometer.
Gempa Kabupaten Bandung Termasuk Fenomena Swarm
Rangkaian gempa yang terjadi berulang dalam satu kawasan dengan magnitudo relatif kecil dan tanpa satu gempa utama yang dominan dikenal sebagai earthquake swarm atau gempa swarm.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan bahwa fenomena tersebut menunjukkan adanya dinamika pelepasan energi dan deformasi di dalam kerak bumi.
"Kejadian itu masuk ke fenomena gempa swarm lantaran gempa terjadi berulang di suatu kawasan dengan magnitudo umumnya kecil dan tanpa satu gempa utama yang dominan," ujar Daryono.
Editor: Rizal Fadillah