Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Abu Vulkanik di Bandung Mulai Menipis, BMKG Ungkap Bisa Bertahan 1-2 Hari
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Sesar Garsela, Ini Pemicu Rentetan Gempa di Kabupaten Bandung

Jum'at, 18 September 2026 | 14:23 WIB
  • author Susana
Bukan Sesar Garsela, Ini Pemicu Rentetan Gempa di Kabupaten Bandung
Ilustrasi gempa. Foto: Ilustrasi/Pixabay

Swaidi menjelaskan, rangkaian gempa yang terjadi di Kertasari dan Pangalengan berbeda dengan gempa besar yang terjadi pada 2024. Sumber aktivitas kali ini juga bukan berasal dari Sesar Garsela.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Ana Octavia Setiowati, turut mengonfirmasi adanya rangkaian aktivitas seismik di wilayah Kabupaten Bandung.

Salah satu gempa tercatat pada Kamis (17/9/2026) pukul 04.59 WIB dengan magnitudo 2,6. Episenter gempa berada di darat pada koordinat 7,22 Lintang Selatan dan 107,60 Bujur Timur atau sekitar 23 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung.

Gempa tersebut tergolong dangkal dengan kedalaman sekitar 3 kilometer.

Gempa Kabupaten Bandung Termasuk Fenomena Swarm

Rangkaian gempa yang terjadi berulang dalam satu kawasan dengan magnitudo relatif kecil dan tanpa satu gempa utama yang dominan dikenal sebagai earthquake swarm atau gempa swarm.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Dr. Daryono, menjelaskan bahwa fenomena tersebut menunjukkan adanya dinamika pelepasan energi dan deformasi di dalam kerak bumi.

"Kejadian itu masuk ke fenomena gempa swarm lantaran gempa terjadi berulang di suatu kawasan dengan magnitudo umumnya kecil dan tanpa satu gempa utama yang dominan," ujar Daryono.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut