Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tanpa Voting! Topan Adriansyah Putra Terpilih Jadi Ketua KORMI Kota Bandung
Advertisement . Scroll to see content

Topan Ardiansyah Putra Terpilih Jadi Ketua KORMI Kota Bandung, Prof Ibo Titip Pesan

Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:25 WIB
  • author Mulki Albar
Topan Ardiansyah Putra Terpilih Jadi Ketua KORMI Kota Bandung, Prof Ibo Titip Pesan
Topan Ardiansyah Putra ditetapkan sebagai Ketua KORMI Kota Bandung 2026–2030 lewat Muskotlub. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Topan Ardiansyah Putra resmi ditetapkan sebagai Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bandung masa bakti 2026–2030 melalui Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub), Kamis (1/10/2026).

Penetapan berlangsung di Jalan Merdeka, Kota Bandung, setelah peserta Muskotlub menyepakati Topan sebagai calon tunggal melalui mekanisme musyawarah mufakat. Proses tersebut menjadi akhir dari tahapan penjaringan yang sebelumnya membuka kesempatan bagi seluruh Induk Organisasi Olahraga (Inorga) untuk mengajukan kandidat.

Hasil Muskotlub sekaligus menandai berakhirnya masa transisi kepemimpinan KORMI Kota Bandung. Sebelumnya, organisasi olahraga masyarakat tersebut berada dalam dinamika internal yang berujung pada penyelenggaraan Muskotlub untuk menentukan ketua definitif.

Empat Nama Masuk Penjaringan

Berdasarkan hasil penjaringan dan verifikasi Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC), terdapat empat bakal calon yang sempat masuk dalam proses pencalonan.

Tahapan pendaftaran dimulai pada 23 September 2026. Andri Rusmana tercatat memperoleh dukungan dari lima Inorga. Pada hari yang sama, Topan Ardiansyah Putra mendapat dukungan terbesar, yakni 35 Inorga.

Selanjutnya, Prof. Mustika Fitri diusulkan oleh tiga Inorga pada 24 September 2026. Sementara Akhmad Gartila mendaftarkan diri pada 28 September dengan dukungan empat Inorga.

Verifikasi bakal calon kemudian diperpanjang hingga pelaksanaan Muskotlub dan disahkan melalui pleno forum.

Namun, menjelang penetapan ketua, tiga nama menyatakan mengundurkan diri.

Prof. Mustika Fitri menyampaikan pengunduran dirinya secara tertulis pada 30 September 2026. Setelah itu, Akhmad Gartila juga mengundurkan diri secara tertulis, sedangkan Andri Rusmana menyampaikan pengunduran diri secara lisan melalui pesan WhatsApp kepada SC-OC.

Dengan mundurnya tiga bakal calon tersebut, Topan menjadi satu-satunya kandidat yang tersisa. Peserta Muskotlub kemudian menyepakati Topan sebagai calon tunggal sekaligus menetapkannya sebagai Ketua KORMI Kota Bandung masa bakti 2026–2030.

Prof. Mustika Fitri Beri Restu

Mantan Plt Ketua KORMI Kota Bandung sebelumnya, Prof. Mustika Fitri atau yang akrab disapa Prof. Ibo, menyampaikan dukungannya terhadap kepemimpinan baru tersebut.

Guru Besar FPOK Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu menilai proses penetapan Topan merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang memberikan kesempatan kepada seluruh Inorga untuk mengajukan calon.

Baginya, setelah keputusan organisasi diambil, seluruh pihak perlu kembali menempatkan kepentingan KORMI sebagai prioritas.

"Siapa pun yang terpilih melalui mekanisme organisasi harus didukung bersama. Tidak ada lagi kepentingan lain di luar kepentingan organisasi," ujar Prof. Ibo.

Ia juga berharap kepemimpinan baru dapat menjalankan amanah tanpa kembali terseret dalam persoalan internal yang berpotensi menghambat program organisasi.

"Bismillah lancar semuanya, KORMI Kota Bandung kembali cerah, aamiin," katanya.

Minta KORMI Belajar dari Dinamika Sebelumnya

Prof. Ibo juga menitipkan pesan agar kepengurusan baru menjadikan dinamika yang terjadi sebelumnya sebagai bahan evaluasi.

Menurut dia, KORMI Kota Bandung sudah beberapa kali menghadapi persoalan internal. Karena itu, kepemimpinan baru diharapkan tidak menghabiskan energi organisasi untuk persoalan yang tidak berkaitan langsung dengan pembinaan olahraga masyarakat.

"Kita harus belajar dari yang sudah-sudah. Jangan sampai organisasi ini kembali goyah karena persoalan yang sama," ucapnya.

Ia menambahkan, KORMI perlu segera mengembalikan fokus pada program kerja, pembinaan Inorga, serta kegiatan olahraga masyarakat di Kota Bandung.

"Energi organisasi jangan habis untuk hal-hal yang tidak produktif. Sudah cukup. Sekarang saatnya kerja," katanya.

Pesan untuk Formatur: Pengurus Jangan Terlalu Gemuk

Selain memberikan dukungan kepada ketua terpilih, Prof. Ibo juga memberikan masukan mengenai penyusunan kepengurusan KORMI Kota Bandung periode 2026–2030.

Ia meminta tim formatur tidak hanya mempertimbangkan banyaknya unsur yang ingin diakomodasi. Menurutnya, kepengurusan harus diisi orang-orang yang benar-benar bersedia bekerja dan aktif menjalankan tugas.

"Pengurus jangan gemuk. Tim yang mau kerja saja, pilih dari setiap Inorga yang di lapangan aktif," ujar Prof. Ibo.

Ia menilai jumlah pengurus yang terlalu besar berpotensi membuat koordinasi organisasi menjadi kurang efektif. Karena itu, aspek keterlibatan dan kemampuan bekerja dinilai perlu menjadi pertimbangan dalam menyusun struktur kepengurusan.

"Kayaknya tidak semua ketua bisa kerja," katanya.

Lima Orang Masuk Tim Formatur

Dalam Muskotlub tersebut juga ditetapkan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan KORMI Kota Bandung periode 2026–2030.

Lima anggota formatur tersebut terdiri dari:

  1. Topan Ardiansyah Putra - Ketua Formatur sekaligus Ketua KORMI Kota Bandung terpilih.
  2. Al Hijaz Farabi - Sekretaris Umum KORMI Provinsi Jawa Barat.
  3. Adi - Perwakilan Inorga OKK dari PMKI.
  4. Andika - Perwakilan Inorga OTKB dari APRI.
  5. Eksa Silika - Perwakilan Inorga OPT dari FONI.

Tim formatur selanjutnya akan menggelar rapat perdana untuk menyusun komposisi kepengurusan baru.

Topan: Saatnya Target Organisasi Dijalankan

Ketua KORMI Kota Bandung terpilih, Topan Ardiansyah Putra, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah yang diberikan melalui Muskotlub.

Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru harus segera bekerja dan menerjemahkan target organisasi ke dalam program yang dapat dijalankan.

"Saya mah tukang kerja, jadi target ideal harus jalan," kata Topan.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa setelah proses Muskotlub selesai, fokus KORMI Kota Bandung akan diarahkan pada pelaksanaan program dan pembinaan organisasi.

Formasprov Jadi Agenda Penting

Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian kepengurusan baru adalah persiapan Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Formasprov) yang akan digelar di Kota Bandung.

Prof. Ibo berharap agenda tersebut dapat dipersiapkan sejak awal sehingga dinamika internal organisasi tidak mengganggu pelaksanaannya.

"Formasprov ini momen penting. Kota Bandung jadi tuan rumah. Jangan sampai persiapan terganggu karena dinamika internal," ujarnya.

Ia juga meminta kepengurusan baru segera melakukan penataan program dan pembinaan Inorga setelah Muskotlub berakhir.

"Setelah Muskotlub selesai, semuanya harus fokus kerja. Program jalan, pembinaan Inorga jalan, itu yang ditunggu," kata Prof. Ibo.

Dengan terpilihnya Topan, KORMI Kota Bandung kini memiliki ketua definitif untuk masa bakti 2026–2030. Tantangan berikutnya adalah menyusun kepengurusan, menjaga soliditas antar-Inorga, serta memastikan berbagai agenda olahraga masyarakat dapat berjalan.

"Selamat bekerja. KORMI Kota Bandung ada di tangan beliau dan seluruh Inorga. Saya dukung dari mana pun saya berada," ujar Prof. Ibo.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut