Lulus Uji Kompetensi Nasional, 196 Apoteker Baru Fakultas Farmasi Unjani Diambil Sumpah
CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Sebanyak 196 lulusan apoteker baru Fakultas Farmasi Unjani yang telah mengikuti Uji Kompetensi Nasional diambil sumpah janjinya.
Kelulusan mereka tercantum pada berita acara nomor : BA/031/FFA-Unjani/X/2026 dan menjalani prosesi pengambilan sumpah/janji lulusan profesi apoteker periode Oktober 2026 di Gedung Auditorium Kampus Unjani Cimahi.
Rektor Unjani, Prof.Dr. Agus Subagyo berpesan agara para lulusan senantiasa membawa identitas Smart Military University dengan menjunjung tinggi tagline disiplin, loyal, dan santun di lingkungan kerja masing-masing.
"Nilai-nilai itu sangat penting mengingat profesi apoteker menuntut ketelitian, kejelian, dan menjadi bagian penting dalam ekosistem sistem kesehatan global," kata Agus dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Ketua Kolegium Farmasi Indonesia, Prof Dyah Aryani Perwitasari yang dibacakan perwakilan kolegium, Roseno menambahkan, kelulusan uji kompetensi nasional merupakan langkah awal sebelum terjun langsung menghadapi kompleksitas pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
"Dengan integritas, kompetensi klinis, dan profesionalisme yang sudah ditempa, para apoteker baru Unjani diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia," ucapnya.
Sementara Dekan Farmasi selaku Ketua Senat Akademik Fakultas, Prof Fikri Alatas mengaku bersyukur atas upaya peningkatan kompetensi dengan membangun beberapa fasilitas penunjang yang ada di Fakultas Farmasi Unjani semisal teaching hospital dan apotek simulasi.
Adapun dari 196 lulusan, sebanyak 148 orang di antaranya lulus dengan pujian alias cumlaude, 43 orang lulus sangat memuaskan, dan lima orang lulus memuaskan. IPK rata-rata 3,82 dan IPK tertinggi 4,00 diraih Malika Syazwani Humaira.
Humaira diketahui merupakan putri pertama dari empat bersaudara pasangan Doni Alamsyah dan Dartini asal Serang Banten. Ia adalah alumni prodi sarjana Fakultas Farmasi Unjani dan melanjutkan prodi profesi apoteker pada Agustus 2025.
"Saya bercita-cita menjadi tenaga kesehatan apoteker yang profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas. Berkontribusi aktif membantu pasien mendapatkan pengobatan yang aman, tepat, dan efektif, serta memberikan edukasi obat demi meningkatkan kualitas hidup juga kesehatan masyarakat," tuturnya.
Sedangkan peraih nilai OSCE tertinggi dengan IPK 3,92 ialah Christian Jose Andreas, yang merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Ia putra dari Tjioe Sun Po dan Annastasia asal Tangerang, Banten.
Dia bercita-cita menjadi apoteker yang dikenal banyak orang, baik nasional atau internasional, apoteker yang kompeten.
"Untuk dapat OSCE tertinggi, tentu tetap belajar, namun bukan konsep melainkan belajar untuk praktik, bener menempatkan diri sebagai apoteler dan harus membaca betul panduan terkait apa saja yang harus dilakukan, baca literatur yang tersedia, dan alur di dalam setiap station agar tahu apa yang harus dilakukan," tuturnya.
Sementara itu dosen Fakultas Farmasi Unjani Dr. apt. Faizal Hermanto, juga turut menyampaikan orasi ilmiah berjudul ”Menembus Benteng Plasmodium: Paradigma Baru Trerapi Malaria Melalui Modulasi Jalur Permeabilitas Membran dan Sinergi Molekuler”. Sebuah terobosan hasil riset yang lahir dari laboratorium Fakultas Farmasi Unjani untuk penanganan endemi penyakit malaria. (*)
Editor: Rizki Maulana