Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Cari Nahkoda Baru, ISBI Bandung Buka Lowongan Rektor untuk Akademisi PNS se-Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Lewat KARSA 2026, ISBI Bandung Dorong Pelestarian Seni Tradisi Masuk Ekosistem Kreatif Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:40 WIB
  • author Rizal Fadillah
Lewat KARSA 2026, ISBI Bandung Dorong Pelestarian Seni Tradisi Masuk Ekosistem Kreatif Global
Penampilan tari yang disuguhkan dalam acara KARSA 2026 International Conference on Arts, Culture, and Creative Research. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung menggelar KARSA 2026 International Conference on Arts, Culture, and Creative Research di Gedung Sunan Ambu, Rabu (28/10/2026).

Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), helatan internasional ini dirancang untuk menjembatani pelestarian seni tradisi agar mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi kreatif global.

Helatan ini bertajuk Navigating Local Arts and Culture in the Global Creative Economy. Konferensi ini mempertemukan riset, praktik seni, dan gagasan pengembangan budaya lokal di tengah persaingan ekonomi kreatif global.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan kegiatan ini menjadi ruang strategis mempertemukan berbagai pemikiran di tengah dinamika ekonomi, budaya kreatif global.

“Kegiatan ini, diharapkan mampu memperkuat pemahaman akar budaya lokal menjadi sumber inovasi dan daya saing dalam membangun jalur baru menuju ekosistem kreatif yang inklusif, berkelanjutan, berjejaring secara global,” ucap Fadli Zon yang hadir secara virtual. 

Pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan Karsa 2026 sebagai langkah strategis pemajuan kebudayaan nasional. 

“Konferensi ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5  tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan khususnya pengembangan dan pemanfaatan kekayaan intelektual serta ekspresi budaya lokal untuk dunia internasional,” ujarnya. 

Menurutnya, sinergi riset kreatif seperti yang dilakukan ISBI Bandung dapat terus bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi kreatif berkelanjutan. 

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ISBI Bandung, Indra Ridwan mengatakan konferensi internasional menjadi salah satu upaya kampus memperkenalkan potensi seni Indonesia kepada dunia.

“Jadi dengan konferensi internasional ini kita bisa mengeksplor apa yang kita punya untuk bisa dikeluarkan, biar orang lain tahu. Ini temanya bagus. root Jadi root itu akar. Kita harus berbicara masalah tradisi, mempelajari tradisi. Tapi setelah tradisi jadi mau diapakan? Kan sudah ada jalurnya, mau dikemanakan? Globalisasi, dibikin yang baru, harus dikembangkan,” jelasnya. 

Dia mengatakan, saat ini tradisi berkembang dinamis. Upaya pelestariannya didorong melalui kontemporer atau penggabungan agar menciptakan novelty, selama tetap memiliki pijakan budaya yang kuat.

“Ya, jadi apa pun bentuknya kreativitas, terus kemudian pengembangan-pengembangan akan kita lakukan. Jangan takut untuk bisa berkreasi,” tuturnya. 

Akademisi dari LASALLE College of the Arts, Singapura, Muhammad Fairul Azreen bin Mohd Zahid menilai mahasiswa ISBI Bandung memiliki kemampuan yang layak diperkenalkan ke panggung dunia.

Setelah berkolaborasi dengan mahasiswa ISBI Bandung, Fairul mengaku puas dengan profesionalisme para penari. Pihaknya berencana membuat karya tari bersama penari ISBI Bandung untuk ditampilkan dalam festival tari di Berlin pada tahun berikutnya. 

Fairul juga mendorong perluasan kerja sama, bukan hanya dengan perguruan tinggi luar negeri, melainkan juga dengan perusahaan tari profesional. 

Menurutnya, jaringan industri penting agar seniman Indonesia mendapat lebih banyak kesempatan tampil dan berkembang di pasar internasional.

Sementara itu, Ketua Panitia KARSA 2026, Dede Ananta, menyebut konferensi Internasional ini mendulang animo yang positif dari para peserta. 

“Alhamdulillah, LPPM  bisa membantu teman-teman untuk bisa menampilkan karya maupun penelitian selama satu tahun ini,” tambahnya. 

Dia menuturkan, konferensi KARSA 2026 ditujukan untuk mewadahi semua penelitian dan karya-karya guna mendorong kemajuan seni dan budaya. 

Oleh karena itu, pihaknya berharap kegiatan tersebut bisa menjadi agenda tahunan untuk membangun jejaring di dalam negeri maupun Internasional. 

“Enggak cuma tari sebetulnya. Bidang lain seperti teater, desain, semua fakultas bisa terwadahi,” tandasnya.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut