Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hujan Disertai Angin Puting Beliung Mengamuk di Padalarang, Rumah Rusak dan Pohon Tumbang
Advertisement . Scroll to see content

Longsor Beruntun Rusak Fasilitas Rumah, Warga Kompleks Buana Flamingo Resah

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:14 WIB
  • author Adi Haryanto
Longsor Beruntun Rusak Fasilitas Rumah, Warga Kompleks Buana Flamingo Resah
Satu unit alat berat sedang membereskan material tanah di lokasi longsor Kompleks Buana Flamingo, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Foto/Istimewa

CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Hujan deras memicu longsor di Kompleks Buana Flamingo, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Tebing setinggi 20 meter dengan bentangan lebar mencapai 22 meter ambles pada Jumat (30/10/2026). Akibatnya material tanah dan batu menggerus empat unit hunian yang berada di lokasi sehingga mengalami kerusakan berat.

Satu rumah masih dihuni saat kejadian dan penghuninya harus segera dievakuasi, sementara tiga rumah lainnya sudah lama kosong.

Kejadian longsor itu adalah yang kelima kalinya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Longsor pertama terjadi pada 1 Oktober 2026 sekitar pukul 22.00–23.00 WIB, lalu berlanjut keesokan paginya pada 2 Oktober.

Kemudian longsor kembali terjadi pada tanggal 6 Oktober, berikutnya pada 25 Oktober sekitar pukul 17.34 WIB, dan yang terbaru pada Jumat 30 Oktober 2026. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun rentetan longsor ini membuat khawatir penghuni.

Longsor yang terus berulang ini menyebabkan kerusakan jalan lingkungan ambles di beberapa titik, paving block terbelah, dan struktur beton penahan bangunan retak. Salah satu rumah yang terdampak paling jelas berada di Blok D1 Nomor 8, milik Oki.

Oki menuturkan, awalnya longsor kecil terjadi di sisi kiri rumah berdekatan dengan benteng pembatas perumahan. Tak lama kemudian, muncul tanda pergerakan tanah di area carport depan rumah.

"Saat hujan deras turun pada Kamis malam, pergerakan tanah membesar dan di dalam rumah muncul retakan-retakan di dinding yang kian melebar," ucapnya, Sabtu (31/10/2026).

Ia meminta pihak pengembang bertanggung jawab penuh melalui penggantian unit rumah atau pembelian kembali dengan harga yang disepakati bersama. Mengingat rumah tersebut belum diserahterimakan secara resmi dari pihak pengembang,

"Kami ingin solusi bukan sekadar penanganan sementara, agar peristiwa serupa tidak terulang," ucapnya.

Pihak pengembang melalui Divisi Teknik Buana Kassiti, Widya Jalu Latri menjelaskan, kondisi di lapangan dan langkah penanganan yang sedang dilakukan imbas dari bencana ini.

Salah satunya melakukan analisis di lokasi dan menemukan indikasi aliran air liar dari dalam tanah sebagai salah satu pemicu utama longsor.

Upaya penguatan berupa pemasangan bronjong sedang dilakukan di bagian bawah tebing, namun intensitas hujan yang tinggi mengikis bagian atas tebing sehingga pergerakan tanah tetap terjadi.

Pihaknya juga telah memindahkan satu keluarga yang terkena dampak terberat ke unit rumah siap huni milik pengembang sementara penanganan jangka panjang masih dirumuskan bersama pihak terkait.

"Kami dari pihak pengembang berkomitmen untuk berkoordinasi dengan warga terkait penanganan kerusakan yang terjadi. Termasuk peninjauan struktur penahan tanah yang dianggap memadai sesuai standar teknis," jelasnya. (*)

Editor: Rizki Maulana

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut