BANDUNG, iNews. id - Gerakan Cut The Tosh mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengubah narasi menjadi aksi nyata terkait praktik keberlanjutan (sustainability).
Sustainability sendiri sudah menjadi istilah umum di berbagai kalangan, terutama dalam ruang lingkup bisnis, pemerintah, maupun lembaga masyarakat. Namun, tidak sedikit hambatan dalam menjalankannya mengingat berbagai tantangan yang ada, mulai dari sumber daya, keahlian, hingga jaringan.
Lebih dari sekedar kampanye, gerakan yang digagas produsen minuman, Multi Bintang Indonesia itu merupakan sebuah pernyataan yang mengingatkan bahwa wacana dan perkataan tidak memiliki makna apa-apa tanpa adanya aksi nyata.
"Cut the Tosh mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengubah narasi jadi aksi. Harapan kami, gerakan ini dapat mendorong upaya kolektif dari para pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan kolaborasi yang bermakna untuk meningkatkan skala dandampak dari praktik keberlanjutan," tutur Direktur Corporate Affairs Multi Bintang Indonesia dalam peluncuran gerakan Cut The Tosh secara virtual, Rabu (18/5/2022).
Ika mengakui, dalam upayanya menciptakan kolaborasi yang bermakna dalam praktik keberlanjutannya, pihaknya tak lepas dari dukungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. "Hal ini pun tertuang dalam Sustainability Report 2021 yang hari ini turut dirilis dengan mengusung tema "Embracing Differences, Brewing Togetherness"," katanya.
Adapun tema dari laporan tersebut menjelaskan bagaimana perusahaan dan lembaga dari berbagai sektor berbeda dapat menciptakan kolaborasi yang bermakna dan menghasilkan manfaat bagi banyak orang dengan mengesampingkan kepentingan dan ambisi masing-masing dan memandang perbedaan sebagai perspektif baru yang saling memperkaya.
"Seluruh inisiatif yang tertuang dalam Sustainability Report 2021 ini bernaung di bawah tiga pilar utama, yakni Lingkungan, Sosial, dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab. Tiga pilar tersebut menjadi fokus utama perusahaan mengingat relevansinya dengan kondisi lingkungan dan masyarakat saat ini," paparnya.
Inisiatif Multi Bintang Indonesia seputar lingkungan, kata Ika, terlihat dari berbagai inisiatif untuk mencapai Path to Net Zero Impact. Hingga saat ini, 28% dari total konsumsi energi di fasilitas produksi Multi Bintang Indonesia berasal dari sumber energi terbarukan, termasuk pemanfaatan biomassa.
"Di tahun 2025 mendatang, Multi Bintang Indonesia berambisi untuk mencapai 100% penggunaan energi terbarukan dengan menerapkan tenaga surya," ujarnya.
Namun, pihaknya menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan tidak hanya berbicara mengenai pelestarian alamnya saja, melainkan keterlibatan masyarakat sekitarnya.
Hal itulah yang mendorong perusahaan untuk memberdayakan komunitas lokal melalui program pembinaan bank sampah."Saat ini sudah terbentuk lebih dari 300 unit (bank sampah) yang tersebar di Tangerang dan Mojokerto dan berjalan secara mandiri serta memberikan manfaat kepada sekitar 28.000 orang," imbuh Ika.
Tidak hanya itu, lanjut Ika, pihaknya juga sangat memperhatikan pengelolaan air mengingat 95 persen bahan baku yang digunakan dalam produksi bir adalah air. Program pengelolaan air ini mencakup berbagai inisiatif yang dilakukan dari hulu hingga ke hilir, mulai dari penghijauan hutan hingga pembangunan waste trap yang berfungsi sebagai penangkap sampah agar tidak mengalir di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) hingga ke laut.
"Kami juga memiliki inisiatif River2River sebagai langkah edukasi kepada masyarakat akan pentingnya konservasi air dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, yang diharapkan dapat memulihkan area hingga 428 hektare pada tahun 2025," katanya.
Selain itu, menegaskan konsumsi alkohol yang bertanggung jawab pun merupakan perjalanan tiada henti bagi Multi Bintang Indonesia sebagai produsen bir.
"Tahun ini, kami membuat sebuah roadmap untuk 2021 hingga 2023 yang bertujuan untuk mengadvokasi konsumsi alkohol yang tidak berlebihan serta melawan penggunaan alkohol yang berbahaya. Strategi kami untuk tahun pertama dimulai dari program internal untuk karyawan karena kami percaya bahwa sebelum merangkul komunitas eksternal, kami harus terlebih dahulu membangun fondasi yang kuat di dalam perusahaan, mulai dari diri sendiri," jelasnya.
Inisiatif tersebut meliputi sebuah kampanye bertajuk #IAmResponsible yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran melalui berbagai kegiatan interaktif seperti games dan kompetisi serta sosialisasi dan edukasi secara virtual."Meskipun begitu, apa yang sudah kami lakukan hingga saat ini mungkin masih bagaikan setetes air di lautan.
Itulah kenapa kita perlu lakukan ini bersama-sama, untuk mengatasitantangan yang ada dan meningkatkan dampaknya. Ini bukan waktunya berkompetisi, melainkan berkolaborasi. Mari kita stop sekadar bicara dan ubah jadi perbuatan. Let’s cut the talks, let’s Cut the Tosh!," tandasnya. **
Editor : Ude D Gunadi