Dedi memastikan bahwa hak para sopir angkot tetap akan dilindungi, dan mereka tidak perlu cemas dengan tindakan para oknum yang telah mencoreng kepercayaan publik.
“Untuk sopir angkot yang dipotong, jangan cemas. Saya akan siapkan Rp200 ribu lagi sebagai uang pengganti,” ujarnya.
Sopir Angkot Geram, Hanya Terima Sebagian Dana
Sebelumnya, sejumlah sopir angkot di kawasan Puncak mengeluhkan pemotongan uang kompensasi yang seharusnya mereka terima penuh.
Seorang sopir angkot jurusan Cisarua, Ade (58), mengaku hanya menerima Rp400 ribu dari total Rp1 juta kompensasi. Sisanya, sebesar Rp600 ribu, menurutnya dipotong oleh sejumlah oknum dari Dishub, Organda, dan KKSU.
“Uangnya dipotong Rp200 ribu per orang oleh mereka. Jadi kami nggak nerima utuh,” kata Ade.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait