CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Kasus keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Cimahi mulai dikeluhkan korbannya di malam hari.
Belasan siswa mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi paket makanan yang disalurkan melalui Posyandu dan harus dirawat di rumah sakit.
Salah satu orang tua siswa, Riska (28) menyebutkan paket MBG yang diterima anaknya berisi onigiri, telur, dan susu.
"Anak saya makan onigiri dan satu butir telur, tapi ternyata ada yang bilang telurnya ada yang busuk," kata warga Margamulya RT06/01 Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah ini, Kamis (26/2/2026).
Menurutnya saat usau menginsumsi MBG itu anaknya masih tidak merasakan apa-apa. Namun reaksi muncul sekitar pukul 20.30 WIB, ketika mengeluhkan sakit perut.
"Dia buang air besar dua kali, lalu muntah sekali, dan akhirnya muntah sisa makanan yang tadi dimakan. Kami langsung bawa ke IGD," sambungnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, dapur pengolahan makanan MBG tersebut berlokasi di Karangmekar, namun distribusi dilakukan melalui Posyandu setempat.
"Di Posyandu ada sekitar 2-3 orang yang juga terdampak, dan ada yang dirawat di RS Mitra Kasih juga," tambahnya.
Seperti diketahui, program MBG kembali meminta korban. Kali ini menimpa puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Cimahi.
Peristiwa tersebut tersebar usai sejumlah siswa dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kota Cimahi pada Rabu (25/2/2026) petang sampai malam.
Belasan siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) harus mendapatkan perawatan medis setelah mengalami gejala yang mengarah pada dugaan keracunan makanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para siswa dilaporkan mulai mengeluhkan keluhan fisik khas gangguan pencernaan sekitar pukul 17.30 WIB, beberapa jam setelah menyantap menu MBG yang dibagikan di sekolah masing-masing. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
