BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Preman kampung Saepudin alias Acep Cemong (30) yang melakukan aksi pemalakan dengan membawa golok di sebuah rumah produksi kain di Kutawaringin, Kabupaten Bandung, berhasil diringkus polisi.
Setelah sempat buron, tim Resmob Polresta Bandung akhirnya menangkapnya di tempat persembunyiannya di Garut pada Kamis, 3 April 2025.
"Pelaku kami amankan di Garut pada Kamis pagi sekitar pukul 08.00 WIB," ungkap Kapolsek Soreang, Kompol Ivan Taufiq, saat dikonfirmasi pada Jumat (4/4/2025).
Acep Cemong digelandang ke Polsek Soreang masih mengenakan kaos hitam bergambar grup musik Sex Pistols dan tangan kanan kiri penuh tato.
Insiden ini bermula ketika Acep Cemong mendatangi rumah Juanda (42) di Kampung Sukawangi Kaler, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, pada Selasa, 25 Maret 2025. Ia datang untuk menanyakan proposal yang pernah ia titipkan kepada korban.
Namun, situasi memanas saat korban meminta pelaku untuk meninggalkan rumahnya. Merasa tersinggung, pelaku sempat pergi, tetapi tak lama kemudian kembali dengan membawa sebilah golok.
Menurut keterangan kepolisian, pelaku mengamuk dan melakukan perusakan, mulai dari merusak pagar, pintu rumah, hingga memecahkan kaca jendela milik Juanda. Ia juga mengacungkan goloknya dan mengancam korban.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera melerai sebelum Juanda akhirnya melaporkan insiden ini ke Polsek Soreang.
Setelah menerima laporan, polisi bergerak cepat untuk menyelidiki dan melacak keberadaan Acep Cemong. Setelah beberapa hari dalam pelarian, ia akhirnya ditemukan bersembunyi di rumah kakaknya di Garut.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa sebilah golok yang digunakan oleh pelaku serta pecahan kaca jendela yang dirusaknya.
Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Unit Reskrim Polsek Soreang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwajib," pungkas Kapolsek Soreang.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait