Petani Bawang di KBB Mengeluh Harga Jual Rendah, Milih Tunda Masa Panen

Adi Haryanto
Tanaman bawang merah milik petani di Kampung Cirangkong, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, KBB, yang belum dipanen menunggu harga jual kembali naik. Foto/Inews Bandung Raya

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Harga jual bawang merah di tingkat petani masih rendah dibandingkan dengan pada periode bulan lalu.

Alhasil para petani bawang merah seperti di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memilih untuk menunda masa panen terlebih dahulu daripada merugi.

"Harga bawang merah sekarang masih rendah," kata salah seorang petani bawang di Kampung Cirangkong  RT1/RW 2, Desa Mekarwangi,  Kecamatan Sindangkerta, KBB, Dudung Suherman (56), Kamis (18/9/2025).

Menurut Dudung, sebelumnya harga bawang merah di tingkat petani bisa mencapai Rp45.000 per kilogram.

Namun ketika terjadi aksi demo beberapa waktu lalu, harga bawang merah justru merosot.

"Sekarang ditawar dijual Rp20 ribu per kilogram, ya kalau segitu, saya rugi," imbuhnya.

Atas kondisi itu, dirinya memilih untuk menunda panen bawang miliknya. Dengan harapan harga bawang merah di tingkat petani akan terdongkrak naik dalam beberapa hari ke depan.

Adapun saat ini berdasarakan informasi yang dihimpun, rata-rata harga bawang merah di pasar tradisional Rp45.00 sampai Rp48.000 per kilogram.

Dudung maupun petani lainnya, biasa menjual ke bandar. Oleh bandar dipasarkan ke Pasar Induk Cibitung Bekasi, Pasar Kramat Jati Jakarta,  dan sebagainya.

"Sekarang bandar, belum ada yang ngontak, mungkin karena stok di pasar masih banyak," tandasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network