Menurut Ikbal, karakter alam Karst Citatah dinilai sesuai dengan kebutuhan visual film. Rekomendasi lokasi datang dari relasi yang telah memahami kebutuhan produksi secara geografis.
“Jadi kebetulan memang di sini alamnya mendekati dengan apa yang mau mereka bikin. Nah relasi yang memang kami kenal itu menawarkan, secara geografis katanya mendekati apa yang mereka harapkan. Seperti jembatan yang secara tidak langsung memang mereka butuhkan,” ujarnya.
Kawasan Wisata Ditutup Sementara
Demi mendukung kelancaran proses produksi, pengelola memutuskan untuk menutup sementara kawasan wisata Karst Citatah. Penutupan dilakukan karena tim produksi membutuhkan waktu cukup lama untuk menyiapkan set yang detail dan sesuai kebutuhan film.
“Destinasi kami tutup itu dari 27 Desember 2025 sampai 28 Januari 2026, itu untuk kebutuhan persiapan dan penataan area destinasi sesuai kebutuhan produksi film. Untuk setup area sepenuhnya oleh tim produksi ya, kami enggak ada keterlibatan,” ucap Ikbal.
Menjaga Kondisi Lokasi Tetap Kondusif
Selain menyediakan area, pengelola juga membantu memastikan lingkungan sekitar tetap kondusif selama proses pengambilan gambar berlangsung. Salah satunya dengan menjembatani komunikasi antara tim produksi dan perusahaan tambang di sekitar lokasi.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
