“Orang daerah itu harusnya dibantu bukan dipinjam, pinjam nggak bayar lagi. Sekarang mereka tinggal bayar bunganya saja, minta restrukturisasi, jadi kalau ngomong beban, ini beban,” jelas Dedi.
Selain itu, Pemprov Jabar telah menindaklanjuti masalah ini dengan menyurati CEO Danantara, Rosan Roeslani, agar pembayaran tunggakan dapat segera dilakukan.
“Mudah-mudahan segera dibayar agar BJB bisa terbang,” kata Dedi menutup pernyataannya.
Isu tunggakan BUMN ini menyoroti tantangan serius dalam pengelolaan aset daerah dan pentingnya kepatuhan pembayaran pinjaman agar bank pembangunan daerah tetap kuat dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
