Suster Kristofora Nou, OSU, menambahkan bahwa tokoh Santa Angela Merici, pendiri Ordo Santa Ursula, menjadi figur sentral dalam drama musikal ini. Kehadiran tokoh tersebut menegaskan identitas sekolah sebagai bagian dari tradisi pendidikan Ursulin yang telah hidup sejak abad ke-15 dan terus relevan hingga kini.
“Semangat Santa Angela Merici mengajarkan kami untuk berjalan bersama, bertumbuh bersama, dan melayani dengan cinta kasih. Inilah roh yang kami tanamkan dalam pendidikan di Santa Angela,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa drama musikal ini juga menjadi sarana bagi sekolah untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat luas. Melalui anak-anak dan kaum muda, Sekolah Santa Angela ingin menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kepedulian terhadap alam dan kemanusiaan.
Sementara itu, Kepala Sekolah TK Santa Angela, Aline Erline, berharap momentum perayaan 120 tahun ini semakin memperkuat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
“Kami berharap nilai kebersamaan dan kepedulian yang terbangun tidak berhenti di panggung, tetapi menjadi budaya hidup di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujarnya.
Menutup rangkaian acara, Sr. Korina Ngoe, OSU, menegaskan komitmen Sekolah Ursulin Santa Angela untuk terus berkontribusi bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dengan berakar pada tradisi panjang dan terbuka terhadap perubahan zaman, Sekolah Santa Angela diharapkan tetap relevan dan bermakna bagi generasi mendatang.
“Selama 120 tahun kami hadir untuk masyarakat. Ke depan, kami ingin terus melangkah bersama, mencintai bumi, merawat kemanusiaan, dan menghadirkan pendidikan yang membebaskan serta memanusiakan,” pungkasnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
