Peta Rawan Bencana Tak Digubris, Hampir Seluruh Jawa Barat Terancam Gerakan Tanah

Aga Gustiana
Evakuasi longsor di Kampung Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Foto: iNews/ M Rafki.

Ia menilai tidak menutup kemungkinan panduan sudah diterima, tetapi belum benar-benar diterapkan dalam perencanaan wilayah maupun aktivitas sehari-hari.

"Seperti zona kerentanan tanah ini selalu diberikan peringatannya sebulan sekali ke pemda di seluruh Indonesia," ungkap Edi.

Edi juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menunggu bencana terjadi sebelum mengambil langkah pencegahan. Peristiwa longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menjadi contoh nyata pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. Pemanfaatan peta diharapkan mampu menekan risiko korban apabila bencana datang.

"Jangan harus ada korban dulu baru percaya. Makanya kita harus bisa ada kesadaran dari sekarang," kata dia.

Memasuki akhir 2025, sejumlah wilayah di Jawa Barat mulai merasakan dampak bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mengungkapkan bahwa 27 kabupaten dan kota memiliki potensi mengalami gerakan tanah pada level menengah.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Mulku Engkun, mengatakan bahwa kesimpulan tersebut didasarkan pada data PVMBG, BMKG, serta hasil kajian terhadap berbagai faktor seperti intensitas hujan, curah hujan, struktur tanah, hingga kondisi lingkungan.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network