Rudi menambahkan, metode tersebut dinilai efektif mengurai kepadatan kendaraan. Berdasarkan laporan petugas, rekayasa lalu lintas itu mampu mencairkan kemacetan dalam waktu singkat.
“Tadi hanya sekitar 10 menit sudah bisa mencairkan arus lalu lintas di Limbangan,” katanya.
Polda Jabar juga memprediksi puncak arus mudik berikutnya akan terjadi pada 19–20 Maret. Meski begitu, seluruh jajaran telah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Sementara itu, data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menunjukkan volume kendaraan di jalur tersebut cukup tinggi. Humas Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo menyebut hingga pukul 15.00 WIB tercatat puluhan ribu kendaraan melintas.
“Sampai jam 3 sore ada sekitar 39.776 kendaraan telah melintas ke arah Garut dan Tasikmalaya,” ujarnya.
Selain itu, kendaraan yang bergerak menuju arah Bandung tercatat mencapai 23.055 unit.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
