Ia menjelaskan, kondisi macet kerap memicu kelelahan dan emosi pengendara. Karena itu, interaksi langsung dinilai efektif untuk meredam potensi gesekan maupun pelanggaran di jalan.
"Secara tidak langsung, pengendara yang lebih rileks cenderung lebih patuh terhadap arahan petugas," katanya.
Selain pendekatan humanis, petugas tetap menyampaikan imbauan keselamatan, termasuk pentingnya istirahat saat lelah dan disiplin berlalu lintas.
Kombinasi antara penanganan teknis dan pendekatan persuasif ini menjadi kunci menjaga arus tetap bergerak sekaligus menekan risiko di salah satu jalur mudik terpadat tersebut.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
