Respons Kilat Dedi Mulyadi: Nonaktifkan Pejabat Terkait
Merespons kegaduhan tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), tidak tinggal diam. Melalui akun media sosial resminya, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus langkah disipliner yang mengejutkan banyak pihak.
KDM mengakui adanya kesenjangan antara kebijakan yang ia buat dengan eksekusi di level staf. Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, ia langsung mengambil langkah drastis terhadap pimpinan instansi terkait.
“Dalam faktanya masih ditemukan petugas yang tidak melayani dengan baik. Informasi tersebut kami tindak lanjuti, dan hari ini saya nonaktifkan sementara kepala Samsat Soekarno Hatta,” tegas Dedi Mulyadi dikutip dari Instagram @dedimulyadi71, Rabu (8/4/2026).
Komitmen Pelayanan Tanpa Sekat Birokrasi
Dedi menekankan bahwa surat edaran gubernur bukanlah sekadar formalitas di atas kertas, melainkan instruksi yang wajib dijalankan demi memudahkan rakyat. Baginya, integritas pelayanan publik diukur dari seberapa mudah masyarakat mengakses hak mereka tanpa dipersulit aturan yang sudah ditiadakan.
“Tidak boleh mengabaikan surat edaran Gubernur Jawa Barat. Kita harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
