Transparansi Dipertanyakan, Pinjaman Rp6,65 Triliun untuk Garuda Jadi Polemik

Susana
Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus. (Foto:Istimewa)

Perbandingan dengan Sovereign Wealth Fund Global

IAW juga membandingkan kebijakan ini dengan praktik lembaga investasi negara lain seperti Temasek (Singapura) dan Khazanah (Malaysia), yang dinilai lebih terbuka dalam pengelolaan dana publik.

Standar internasional seperti Santiago Principles disebut menekankan pentingnya transparansi, tata kelola, dan manajemen risiko dalam investasi sovereign wealth fund.

“Transparansi bukan pilihan, tetapi kewajiban dalam pengelolaan uang publik,” tegas Iskandar.

Dorongan Evaluasi DPR dan Risiko ke Depan

IAW menilai kebijakan ini lebih menyerupai dana talangan dibanding investasi profesional karena minimnya kejelasan parameter dasar seperti bunga dan strategi pengembalian.

Lembaga tersebut juga mendorong DPR untuk memanggil pihak terkait dalam rapat dengar pendapat guna memastikan keterbukaan informasi kepada publik.

“Ketertutupan dalam pengelolaan uang publik adalah risiko besar bagi kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Rizal Fadillah

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network