"Kita percepat saja, mudah-mudahan bisa tahun ini kita dorong untuk segera teralokasikan dengan baik. Alokasi awalnya segera dilelang, kemudian disusul alokasi berikutnya di anggaran perubahan," ungkap KDM.
Sebagai bentuk kepedulian negara, Pemprov Jabar telah menyiapkan kompensasi finansial bagi para korban. Dedi menegaskan bahwa santunan akan diberikan kepada seluruh korban meninggal dunia tanpa memandang latar belakang domisili, karena insiden tersebut terjadi di wilayah administratif Jawa Barat.
“Kita memberikan santunan bagi yang meninggal itu Rp50 juta, warga manapun. Karena itu terjadinya lokusnya di Jawa Barat,” tegasnya.
Tak hanya santunan kematian, biaya perawatan bagi korban luka-luka yang saat ini masih menjalani perawatan di berbagai rumah sakit juga dipastikan aman. Pemprov Jabar akan berbagi beban finansial dengan Pemerintah Kota Bekasi.
"Saya sudah bicara dengan Wali Kota, untuk yang di rumah sakit biar kita tanggung bersama," tambah Dedi.
Guna memastikan semua rencana penanganan ini berjalan lancar dan bebas dari kendala administratif, KDM dijadwalkan langsung bertolak ke lokasi kejadian di Bekasi pada Selasa siang. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pihak PT KAI, Pemkot Bekasi, dan otoritas terkait lainnya dalam menuntaskan dampak tragedi tersebut.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
