Kisah Warga 3 Kecamatan di Bandung Selatan Kini Tak Khawatir Hadapi Kemarau Panjang

Agus Warsudi
Sumur air bersih selesai dibangun di tiga kecamatan untuk mengantisipasi kemarau panjang. (FOTO: ISTIMEWA)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Warga tiga kecamatan di kawasan Bandung selatan, Ciwidey, Kutawaringin, dan Cangkuang, tak lagi khawatir menghadapi kemarau panjang 2026. Kekhawatiran itu sirna setelah mendapatkan bantuan sumur air bersih.

Warga yang sebelumnya terbiasa menghadapi keterbatasan air bersih, kini mulai merasakan perubahan nyata, air mengalir lebih deras dan dekat dari sebelumnya.

Perubahan ini berangkat dari aspirasi masyarakat yang disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Gerindra Arya Everest Setiawan.

Aspirasi warga itu diwujudkan melalui kolaborasi dengan Yayasan Nur Leli Berkah. Dukungan warga pun tidak setengah-setengah. Sebagian lahan dihibahkan secara sukarela untuk pembangunan sumur bersih.

Saat pengeboran menggunakan metode uji geolistrik itu akhirnya membuahkan hasil, reaksi warga spontan. Terlihat dari raut wajah dan senyum di wajah mereka.

Riri, seorang ibu rumah tangga, langsung mendekat ke titik air yang keluar pertama kali. Ia membasuh wajahnya, lalu tersenyum sambil menggeleng pelan.

“Biasanya kalau kemarau, kami sudah mulai cemas dari jauh-jauh hari. Air semakin susah, harus ambil jauh. Sekarang, rasanya lega,” kata Riri.

Gunawan, warga lain, ikut mencoba aliran air tersebut. Dia tidak banyak bicara, tetapi kalimatnya cukup menggambarkan situasi.

“Yang penting sekarang kami tidak khawatir lagi seperti dulu. Ini sangat membantu,” kata Gunawan.

Sementara itu, Ama, yang sejak awal menjadi penghubung aspirasi warga, menilai program ini sebagai bentuk respons konkret.

“Kami hanya menyampaikan kondisi di lapangan. Alhamdulillah, ditindaklanjuti dengan cepat. Bahkan sampai tahap teknis seperti pengeboran yang diperhitungkan dengan matang,” kata Ama.

Di sela kegiatan, Arya Everest Setiawan tampak beberapa kali berbincang dengan warga. Apa yang membuat program ini diprioritaskan di tiga kecamatan sekaligus?

Arya Everest Setiawan mengatakan, karena masalahnya nyata dan berulang setiap tahun. "Ini bukan isu baru. Jadi ketika aspirasi itu datang, pendekatannya harus langsung ke solusi. Air bersih itu kebutuhan dasar—tidak bisa ditunda,” kata Arya Everest Setiawan.

Arya menyinggung bahwa pendekatan teknis menjadi perhatian penting agar program tidak berhenti di tengah jalan.

“Makanya kami pakai metode geolistrik, supaya tidak coba-coba. Harus ada kepastian bahwa sumber air ada dan bisa dimanfaatkan jangka panjang,” ujar Arya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Nur Leli Berkah Nabil Khansa, terlihat memantau area sekitar sumur yang mulai ditanami pohon.

Saat ditanya mengenai keterlibatan yayasan dalam program ini, Nabil Khansa mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan dasar. 

"Kalau akses air saja sulit, aktivitas lain pasti ikut terganggu. Jadi kami melihat ini sebagai hal yang harus didahulukan,” kata Nabil.

Dia menyoroti peran masyarakat sangat menentukan keberhasilan program.

“Yang paling penting sebenarnya partisipasi warga. Mereka mau menghibahkan lahan. Itu tidak sederhana. Artinya ada kepercayaan yang harus dijaga,” ujarnya.

Disinggung soal penanaman pohon di sekitar sumur, Nabil menambahkan, program ini memang dirancang tidak berhenti pada penyediaan air saja.

“Air diambil, pohon ditanam, supaya ada keseimbangan. Selain menjaga lingkungan, ke depan juga bisa memberi manfaat ekonomi bagi warga,” tutur Nabil.

Respons masyarakat terhadap program ini cenderung seragam. “Kami berterima kasih kepada Kang Arya dan Kang Nabil. Mereka tidak hanya datang, tapi juga membawa solusi yang benar-benar kami rasakan manfaatnya,” kata warga.

Dengan beroperasinya sumur di tiga kecamatan tersebut, kekhawatiran menghadapi musim kemarau mulai berkurang. 

Bagi warga, kehadiran air bersih bukan hanya soal kebutuhan harian, tetapi juga tentang rasa aman yang selama ini sulit mereka dapatkan.

Di tengah terik yang mulai terasa, aliran air bersih itu menjadi penanda bahwa solusi berbasis aspirasi, jika dijalankan dengan tepat, dapat benar-benar mengubah kondisi di lapangan.

Editor : Abdul Basir

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network