Farhan juga berpesan agar euforia di tingkat wilayah tetap terjaga dalam koridor kedewasaan. "Gembira harus, euforia boleh, tapi jangan sampai berlebihan," tegasnya.
Menagih Janji dan Mengusulkan Skema Proporsional
Di sisi lain, Ketua Umum Forum RT RW Kota Bandung, Lily Maulana, secara lugas mengingatkan kembali janji politik yang disampaikan Wali Kota. Ia menyoroti kenaikan insentif yang dijanjikan sebesar Rp1 juta untuk RT dan Rp1,5 juta untuk RW per bulan, serta realisasi program prakarsa Rp200 juta per tahun per RW.
"Kami tidak meminta, tetapi mengingatkan. Ini adalah tolak ukur perhatian pemerintah untuk bersama-sama menyelesaikan masalah di akar rumput," kata Lily.
Menariknya, Lily mengusulkan agar distribusi dana program ke depannya tidak menggunakan sistem bagi rata, melainkan sistem proporsional. "Saya usulkan sistemnya proporsional. RW yang menjadi prioritas harus diutamakan, misalnya untuk urusan kemiskinan di Bandung Timur atau masalah infrastruktur di Bandung Tengah. Bagi RW yang wilayahnya sudah mapan, tentu tidak perlu dibantu sebesar yang membutuhkan," jelasnya.
Selain itu, Lily juga mendesak percepatan revisi Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 11 terkait LKK yang dianggap berpotensi menimbulkan konflik dalam pemilihan pengurus di tingkat wilayah.
Milad ke-23 ini pun menjadi cerminan bahwa Forum RT RW Kota Bandung tidak hanya ingin merayakan usia, tetapi juga ingin memastikan arah kebijakan pemerintah kota benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat paling dasar, mulai dari penanganan sampah hingga pengentasan kemiskinan dan stunting.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
