BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Ratusan keresahan publik, mulai dari problem kemiskinan yang mencekik hingga tingginya angka pengangguran di Jawa Barat, resmi disuarakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat. Aspirasi ini disampaikan langsung dalam audiensi hangat di Gedung DPRD Jawa Barat pada Senin malam (25/5/2026).
Total ada 36 poin catatan kritis yang disodorkan PMII kepada perwakilan rakyat. Salah satu tuntutan mendesak yang mencuat adalah keinginan mahasiswa untuk melakukan dialog empat mata dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, demi membedah visi program kerja secara langsung.
Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, menyambut baik langkah PMII. Ia menegaskan bahwa kritik tersebut adalah nutrisi bagi kinerja pemerintah daerah. Bagi Buky, mahasiswa adalah mata dan telinga tambahan bagi legislatif untuk memotret realitas di lapangan yang mungkin luput dari radar pemerintah.
“Saya kira kan ini aspirasi yang menurut saya positif ya,” ujar Buky seusai pertemuan.
Menjembatani Aspirasi dengan Data Teknis
Dalam forum tersebut, DPRD Jabar tidak hanya menampung suara mahasiswa secara pasif. Buky sengaja menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar terjadi dialog berbasis data. Tujuannya agar terjadi sinkronisasi antara jeritan masyarakat di bawah dengan kebijakan teknis yang dijalankan pemerintah.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
