Lima Remaja Pembuat Konten Diamankan dan Dibina
Dari hasil penelusuran digital, polisi berhasil mengidentifikasi lima remaja asal Kecamatan Ngamprah sebagai pembuat sekaligus penyebar konten tersebut.
Menurut penyelidikan, motif awal pembuatan video pocong itu hanyalah candaan atau prank yang ditujukan kepada orang tua salah satu pelaku.
Namun, situasi berubah tidak terkendali ketika video tersebut justru disebarkan ulang melalui grup pesan singkat keluarga hingga akhirnya viral di media sosial dengan berbagai narasi menyesatkan.
Motif Prank Berujung Kepanikan Publik
Polisi mengungkapkan bahwa tujuan awal para remaja tersebut bukan untuk membuat keresahan publik. Namun, kurangnya pemahaman terhadap dampak penyebaran konten digital membuat situasi menjadi serius.
Orang tua yang menjadi sasaran prank sempat panik dan membagikan video tersebut ke grup keluarga, yang kemudian menyebar luas tanpa verifikasi.
Akibatnya, konten tersebut menimbulkan kepanikan di sejumlah wilayah sebelum akhirnya dipastikan sebagai hoaks.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
