Dalam sesi diskusi summit, Halim Mahesa Putra PhD mengatakan, ke depan, faktor yang menentukan daya saing AI kemungkinan tidak lagi hanya soal ukuran model.
Melainkan kemampuan kolaboratif keseluruhan antara komputasi, algoritma, data, dan skenario industri.
Pihak yang mampu benar-benar menerapkan AI ke industri nyata dan membantu menyelesaikan masalah dunia nyata, itu lah yang berpeluang menempati posisi inti dalam tahap kompetisi AI berikutnya.
“Masa depan AI tidak lagi hanya ditentukan oleh ukuran model, tetapi oleh kemampuan mengintegrasikan komputasi, algoritma, data, dan penerapan industri secara menyeluruh," kata Halim.
Menurut Halim, AI yang mampu menyelesaikan masalah nyata akan memiliki nilai terbesar bagi masyarakat dan industri.
Dia menilai, kemampuan penting AI masa depan meliputi analisis, penalaran, pengambilan keputusan, dan eksekusi tugas kompleks secara berkelanjutan.
Dalam pengembangan AI Agent, AI akan menjadi asisten digital nyata yang mampu memecah tugas, memanfaatkan alat, dan bekerja kolaboratif.
"Hal ini menandai perubahan besar di sektor keuangan, kesehatan, riset, robotika, manufaktur, dan kendaraan otonom," ujar Halim.
Selama konferensi, tim Halim Mahesa Putra PhD juga melakukan diskusi lebih lanjut dengan tim NVIDIA mengenai sumber daya komputasi AI, optimisasi arsitektur pelatihan, dan penerapan AI berskala industri.
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
