Sentilan Menohok Kadisnaker: Jangan Remehkan Posisi Marketing!
Di tempat yang sama, Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, melempar kritik sekaligus motivasi kepada para pencari kerja generasi muda. Yayan menyoroti kecenderungan generasi masa kini yang kerap menuntut posisi nyaman dan gaji besar di awal karier, sehingga mengabaikan kesempatan-kesempatan dasar yang sebenarnya kaya akan pengalaman lapangan.
"Jangan menganggap pekerjaan marketing itu sepele. Banyak bos besar memulai karier dari sana. Yang penting masuk dulu ke dunia kerja dan terus mengembangkan kemampuan," sentil Yayan, Kamis (18/6/2026).
Yayan menjelaskan, tantangan bursa kerja ke depan menuntut adaptasi keahlian yang cepat. Oleh sebab itu, Disnaker Bandung kini tengah merancang program pelatihan vokasi mutakhir yang fokus pada mekanik kendaraan listrik (electric vehicle)—sebuah sektor yang diproyeksikan bakal merajai tren industri global.
“Kota Bandung memiliki potensi besar menjadi pusat penghasil tenaga mekanik kendaraan listrik karena didukung perguruan tinggi, industri, serta sumber daya manusia yang memadai. Disnaker pun mulai menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi," urai Yayan.
Bagi mereka yang ingin mencoba peruntungan di luar negeri, Disnaker juga membuka keran kesempatan penempatan kerja ke negara Jepang, lengkap dengan fasilitas bantuan pembiayaan dan kepengurusan dokumen resmi dari pemerintah.
Janji Evaluasi DPRD: Tolok Ukurnya Adalah Penyerapan Nyata
Kendati job fair ini sukses menyedot animo ribuan warga, parlemen Kota Bandung menegaskan tidak akan menutup mata dalam melakukan pengawasan. Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menyatakan bahwa kesuksesan program penanganan pengangguran tidak boleh diklaim hanya berdasarkan kuantitas seremoni kegiatan yang digelar.
DPRD menjanjikan sebuah evaluasi total secara berkala terhadap efektivitas bursa kerja, program magang, hingga pelatihan kerja. Tujuannya satu: memastikan seluruh anggaran yang keluar benar-benar berdampak langsung secara valid pada penurunan angka pengangguran riil di Kota Bandung.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
