BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Gelombang pencari kerja memadati GOR KONI di Jalan Jakarta, Kota Bandung, pada Kamis (18/6/2026). Mereka datang untuk mengadu nasib dalam bursa kerja bertajuk Job Fair Future Connect Bandung 2026 yang diinisiasi oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung. Siasat ini sengaja digulirkan pemerintah kota guna memotong rantai pengangguran dengan menyediakan sekitar 2.000 lowongan kerja dari 20 perusahaan bonafide.
Ajang pencarian kerja skala besar ini juga dikawal ketat oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bandung Suci yang bertindak sebagai salah satu penyokong utama. Kehadiran mereka di lokasi bukan sekadar pajangan, melainkan untuk menanamkan modal edukasi hukum mengenai pentingnya hak proteksi jaminan sosial sejak hari pertama seseorang menyandang status pekerja.
Sinergi Penempatan Kerja dan Proteksi Jaminan Sosial
Pjs. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suarni, melayangkan apresiasi tinggi atas konsistensi Pemkot Bandung dalam memfasilitasi ruang temu bagi para pemburu kerja. Namun, Suarni mengingatkan bahwa membludaknya penyerapan tenaga kerja harus dibarengi dengan ketegasan pengawasan terhadap kepatuhan perusahaan dalam mendaftarkan pegawainya ke program perlindungan negara.
"Program ini akan menjadi lebih baik jika dibarengi dengan pengawasan kepatuhan kepada pemberi kerja atas jaminan keselamatan kerja dari risiko kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, serta jaminan kehilangan pekerjaan," tegas Suarni di sela-sela acara.
Ia menggarisbawahi bahwa pembiaran terhadap pekerja yang tidak mengantongi jaminan sosial di tempat kerja bisa memicu bom waktu berupa problem sosial baru di masyarakat yang fatal.
"Efek dari tidak terlindunginya tenaga kerja akan menimbulkan kemiskinan baru, terhentinya pendidikan anak, serta ketidakpastian keberlangsungan hidup keluarga karena tulang पंतप्रधान keluarga tidak terdaftar atau dijamin oleh BPJS Ketenagakerjaan," cetus Suarni mengingatkan ancaman riil tersebut.
Guna mencairkan suasana di tengah ketegangan para pelamar kerja, BPJS Ketenagakerjaan turut membagikan aneka hadiah menarik lewat sesi pengundian doorprize. Keberuntungan itu salah satunya menyangkut nasib Doriman (48), pelamar asal Baleendah yang tak menyangka bisa membawa pulang hadiah di paruh bayanya. Pria tersebut mendoakan agar BPJS Ketenagakerjaan terus jaya dan konsisten membentengi nasib buruh di Kota Kembang.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
