BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.Id - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di kawasan wisata Stone Garden Cipatat, Bandung Barat jadi sorotan masyarakat.
Pasalnya dengan lokasi yang berada di kawasan objek wisata dan Kars Citatah yang tidak berada di akses jalan nasional diprediksi akan menyulitkan konsumen untuk datang.
Terkait hal ini, Kepala Desa Gunungmasigit Tarkopa menjelaskan, pembangunan tersebut tidak berada di atas bukit maupun kawasan hutan lindung. Namun memanfaatkan sebagian lahan parkir milik desa yang berjarak sekitar 300 meter dari Jalan Raya Padalarang-Cipatat dan sekitar 500 meter dari permukiman warga Kampung Girimulya RW 09.
"Pembangunan ini awalnya dari adanya tawaran PT Agrinas melalui unsur TNI untuk membangun gedung koperasi desa di wilayah kami," kata Tarkopa saat ditemui di Stone Garden, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Selasa (7/7/2026).
Menindaklanjuti hal tersebut, kemudian pihaknya menawarkan lima lokasi lahan milik desa. Yakni di RW 09 kawasan Stone Garden, RW 05 Lingkung Gunung, RW 21 Cigintung, RW 19 Cihalimum, dan Cisalada.
Berdasarkan kajian kelayakan yang dilakukan pihak pengembang, lokasi di kawasan parkir Stone Garden dinilai paling strategis dibandingkan titik lainnya yang jauh dari akses jalan utama.
Lahan yang terpakai sekitar 700 hingga 800 meter persegi dari total luas area parkir sekitar 1.500 meter persegi. Lokasinya hanya berjarak sekitar 100 meter dari permukiman warga RW 09 dan RW 15.
"Lahan di sana cukup luas dengan area parkir memadai, serta seluruh pedagang yang beraktivitas di sekitar kawasan ini adalah warga setempat,” tuturnya.
Dia menyebutkan, pembangunan sepenuhnya dikerjakan oleh pihak PT Agrinas bersama mitra pelaksana dan progresnya sudah mencapai 98%. Syarat yang ditekankan pihak desa, yakni tenaga kerja dan pengelolaan nantinya harus memprioritaskan warga Desa Gunungmasigit.
Ke depannya, gedung ini diharapkan menjadi pusat penampungan dan pemasaran produk UMKM lokal, terutama hasil produksi BUMDes berupa telur ayam yang saat ini mencapai 50 kilogram per hari namun pemasarannya masih terbatas.
"Untuk simpan pinjamnya sudah berjalan dengan jumlah anggota 109 orang," sebutnya.
Dirinya berharap koperasi ini nantinya bisa menyalurkan telur dan produk lain ke program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kebutuhan layanan umum di desa, sehingga ekonomi warga semakin berputar dan pendapatan asli desa pun meningkat.
"Kalau untuk perbaikan akses jalan seperti yang diinginkan warga masih terkendala, karena belum ditemukan kesepakatan dengan ahli waris lahan. Tapi untuk sapras lainnya seperti penerangan jalan umum sudah terpasang," pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
